Media sosial kembali diramaikan istilah baru yang viral di kalangan anak muda, yakni “Pagi Teacher Malem Kalcer”. Ungkapan yang populer di TikTok ini kerap menjadi bahan obrolan di tongkrongan.
Secara sederhana, frasa tersebut menggambarkan gaya hidup fleksibel generasi muda, khususnya Gen Z. Pada siang hari, mereka menjalani rutinitas yang serius seperti sekolah, kuliah, atau bekerja. Namun saat malam tiba, mereka beralih mengikuti budaya populer yang akrab disebut “kalcer”.
Istilah “kalcer” berasal dari kata culture atau budaya. Dalam konteks media sosial, maknanya bergeser menjadi sebutan untuk tren gaya hidup kekinian yang sedang ramai diikuti. Cakupannya beragam, mulai dari fashion, musik, tontonan, hingga kebiasaan nongkrong di kafe estetik.
Karena lekat dengan tren yang sedang naik daun, “kalcer” kerap dipandang sebagai barometer pergaulan dan gaya hidup. Mereka yang peka terhadap fenomena viral, mengikuti tren fashion, atau rutin membuat konten TikTok dengan sound populer, sering disebut sebagai “anak kalcer”. Sementara itu, orang yang tidak mengikuti arus tren kerap dijuluki “kurang kalcer”.
Dalam keseharian Gen Z, tren “kalcer” terlihat melalui sejumlah contoh. Salah satunya lewat pilihan fashion seperti streetwear dan thrift, misalnya mengenakan baju bekas unik, kaos vintage, hingga sneakers dari merek ternama seperti Nike dan New Balance yang kerap dianggap merepresentasikan gaya kalcer.
Selain itu, kebiasaan nongkrong di coffee shop estetik juga menjadi bagian dari gambaran “kalcer”. Bagi sebagian anak muda, minum kopi susu tidak hanya untuk mengusir kantuk, tetapi juga terkait gaya hidup digital, misalnya membagikan momen seperti latte art melalui Instagram Story.
Contoh lainnya adalah mengikuti tontonan yang sedang viral. Berbagai konten yang ramai diperbincangkan di media sosial turut menjadi penanda keterhubungan seseorang dengan tren “kalcer” yang berkembang.

