Sebuah tren video di TikTok yang viral di Turki memicu kecaman luas setelah sejumlah siswa muda terlihat menirukan gerakan shalat dengan cara yang dianggap melecehkan. Video-video tersebut dilaporkan telah ditonton hingga jutaan kali dan menuai reaksi dari masyarakat Turki serta umat Muslim di berbagai negara.
Menurut laporan yang dikutip pada 25 Desember 2025, tren itu dinilai sangat menyinggung karena memparodikan ritual ibadah yang sakral. Sejumlah pihak di Turki menyerukan agar Kementerian Pendidikan dan Kantor Kejaksaan Agung Istanbul mengambil tindakan terhadap para siswa yang terlibat dalam pembuatan dan penyebaran video tersebut.
Di tengah kontroversi, muncul pula gerakan tandingan di media sosial dengan tagar #NamazaSaygı yang berarti “Hormati Salat”. Tagar ini digunakan untuk menolak tren tersebut sekaligus mendorong penghormatan terhadap ibadah shalat.
Tren tersebut disebut terinspirasi dari adegan kematian Ömer Baba dalam serial televisi Turki Kurtlar Vadisi (Lembah Serigala), yang menampilkan seorang karakter pingsan dan meninggal saat sedang shalat. Dalam versi yang beredar di TikTok, sekelompok remaja memperagakan gerakan shalat seperti berdiri, membungkuk, dan sujud secara dilebih-lebihkan, lalu jatuh secara dramatis.
Fenomena yang dilaporkan mulai meledak sekitar pertengahan Desember itu juga menampilkan berbagai elemen humor, seperti overlay lucu, penggunaan janggut palsu, serta keterangan berbahasa Turki, termasuk kalimat “Birileri bir şeyler mi yapıyor? Yapmıyor gerecektiyor” yang diterjemahkan secara bebas sebagai “Apakah seseorang melakukan sesuatu? Mereka harus melakukannya”.
Sejumlah kreator menyatakan video tersebut dimaksudkan sebagai penghormatan ringan terhadap adegan ikonik serial itu. Namun para pengkritik menilai konten tersebut tidak menghormati ritual suci, terutama konsep meninggal dalam doa yang dalam Islam dipandang sebagai tanda kesalehan.
Kontroversi makin menguat setelah muncul variasi video lain yang dinilai lebih mengganggu, termasuk aksi menendang benda-benda yang menyerupai Al-Quran atau menambahkan teks yang menyiratkan penolakan terhadap konsep iman dalam Islam.
Sejumlah pengamat mengaitkan tren ini dengan kesenjangan pendidikan agama di sekolah negeri. Sementara itu, ada pula yang berspekulasi fenomena tersebut dapat diperkuat oleh upaya terorganisir untuk merusak nilai-nilai Islam.
Di sisi lain, sebagian pembela tren tersebut di platform seperti Reddit menyebutnya sebagai budaya meme yang tidak berbahaya, serupa dengan parodi adegan kematian dalam film, serta mengaitkannya dengan kebebasan berekspresi dalam masyarakat sekuler.
Hingga kini, TikTok dilaporkan telah menghapus beberapa video yang dianggap menyinggung setelah banyak keluhan. Namun, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Turki terkait kasus ini.

