BERITA TERKINI
Tren “Stand banh mi” viral di TikTok, dorong banh mi Vietnam kian mendunia

Tren “Stand banh mi” viral di TikTok, dorong banh mi Vietnam kian mendunia

Tren “Stand banh mi” tengah ramai di TikTok dan ikut mengangkat popularitas banh mi Vietnam di mata wisatawan internasional. Dalam beberapa pekan terakhir, platform tersebut dipenuhi video turis asing yang menyantap banh mi di trotoar, mengantre di depan gerai populer, atau berjalan sambil membawa roti lapis khas Vietnam itu.

Sejumlah video menampilkan parodi lagu “Stand by Me” yang diubah menjadi “Stand banh mi”, lalu memicu gelombang konten serupa. Kata kunci “Stand banh mi” pun menarik jutaan penonton dan menjadi salah satu tren kuliner yang paling banyak dikaitkan dengan Vietnam. Banyak wisatawan mengaku mengetahui keberadaan warung banh mi terkenal lewat TikTok sebelum mencicipinya langsung saat berkunjung ke Hanoi, Ho Chi Minh City, atau Hoi An.

Di kawasan Kota Tua Hanoi, beberapa toko banh mi dilaporkan selalu ramai oleh wisatawan asing dari pagi hingga malam. Tidak sedikit pengunjung yang bersedia mengantre sekitar 20–30 menit demi membeli banh mi yang sebelumnya mereka lihat di media sosial.

Stefano, turis asal Italia, mengatakan ia mendatangi berbagai warung makan di Hanoi setelah menonton video di TikTok. Menurutnya, banh mi Vietnam menarik karena rasanya yang kaya, kulit roti yang renyah namun tidak terlalu kering, serta cocok bagi pelancong beranggaran terbatas karena harganya terjangkau.

Sejumlah wisatawan internasional juga menilai banh mi memiliki perpaduan yang jarang ditemukan: kulit luar yang renyah, rasa pate yang kaya, gurih daging, serta kesegaran rempah dan acar. Kombinasi tersebut membuat hidangan ini relatif mudah diterima oleh penikmat kuliner dari berbagai negara.

Antusiasme terhadap banh mi tidak hanya terlihat di TikTok. Komunitas “Vietnamese Banh Mi Appreciation Society” yang beranggotakan ratusan ribu orang dari berbagai negara juga rutin berbagi pengalaman mencicipi banh mi Vietnam, termasuk membahas tingkat kerenyahan roti hingga perbedaan gaya banh mi dari Hanoi, Ho Chi Minh City, dan Hoi An.

Menguatnya tren “Stand banh mi” kembali menegaskan peran media sosial dalam mempromosikan pariwisata dan kuliner Vietnam. Sebelumnya, tren seperti “Vietnam is calling” dan “Trying Vietnamese snack” juga disebut turut mendorong minat wisatawan internasional menjadikan Vietnam sebagai tujuan perjalanan.

Data World Food Travel Association menyebut hingga 81% wisatawan internasional ingin menjelajahi kuliner lokal saat bepergian. Sementara laporan tren perjalanan global American Express Travel mencatat hampir 40% wisatawan terinspirasi untuk bepergian melalui media sosial.

Di luar tren viral, banh mi Vietnam juga telah lama memperoleh pengakuan dari berbagai media internasional. CNN Travel berulang kali memasukkan banh mi ke dalam daftar sandwich terbaik di dunia, menyebutnya sebagai hidangan yang memadukan pengaruh kuliner Prancis dengan cita rasa khas Vietnam. Pada 2026, CNN menempatkan banh mi Vietnam di peringkat ketiga dalam daftar 25 sandwich terbaik di dunia.

Pengakuan serupa juga datang dari TasteAtlas, yang pernah menilai banh mi memiliki keseimbangan antara kerenyahan, rasa asam, asin, kekayaan rasa, dan aroma dalam satu sajian yang padat.

Popularitas banh mi turut didorong oleh perhatian tokoh kuliner dunia. Almarhum Anthony Bourdain beberapa kali menyatakan kecintaannya pada masakan Vietnam dan memperkenalkan kuliner setempat melalui program CNN “Parts Unknown”. Episode yang difilmkan di Hanoi, Hue, dan Ho Chi Minh City membantu pemirsa internasional mengenal makanan jalanan Vietnam, termasuk banh mi.

Kini, banh mi tidak hanya populer di Vietnam, tetapi juga hadir di berbagai kota besar dunia seperti Paris, New York, Sydney, dan Tokyo. Sejumlah media internasional menilai banh mi menjadi salah satu hidangan Vietnam yang paling sukses di pasar global karena rasanya mudah diterima, namun tetap mempertahankan identitas yang khas. Dari jajanan kaki lima sederhana, banh mi berkembang menjadi ikon kuliner sekaligus duta budaya yang memperkuat citra Vietnam di peta gastronomi dunia.