BERITA TERKINI
Tren Sahur ‘Full Protein’ Viral, Dokter Gizi Ingatkan Tubuh Tetap Butuh Glukosa Saat Puasa

Tren Sahur ‘Full Protein’ Viral, Dokter Gizi Ingatkan Tubuh Tetap Butuh Glukosa Saat Puasa

Setelah sempat ramai tren sahur “full karbo”, kini muncul tren kebalikannya yang viral di media sosial: sahur “full protein”. Dalam tren ini, menu sahur didominasi sumber protein seperti ayam, telur rebus, dan daging. Tujuannya disebut agar gula darah tidak cepat naik dan tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber tenaga.

Namun, dokter spesialis gizi klinik dr Raissa E Djuanda, SpGK AIFO-K FINEM mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati menyikapi tren tersebut. Ia menilai penjelasan yang beredar ada yang benar secara teori, tetapi tidak sesederhana yang kerap disampaikan.

“Secara teori sebagian benar, tapi tidak sesederhana itu. Tubuh memang bisa memakai lemak sebagai energi saat asupan karbohidrat sangat rendah. Namun, saat puasa, tubuh tetap butuh glukosa untuk otak dan sel darah merah,” kata dr Raissa saat dihubungi, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, ketika asupan karbohidrat terlalu rendah, tubuh tidak otomatis langsung membakar lemak. Dalam kondisi tertentu, tubuh justru dapat memecah protein dari otot untuk memenuhi kebutuhan energi.

“Jika karbo terlalu rendah, tubuh bisa memecah protein otot bukan lemak saja. Jadi bukan otomatis langsung bakar lemak,” ujarnya.

dr Raissa menegaskan, tren sahur “full protein” sangat tidak disarankan untuk mayoritas orang. Ketidakseimbangan menu makan saat sahur, kata dia, dapat mengganggu aktivitas selama berpuasa.

Ia menyebut sejumlah risiko yang dapat muncul, mulai dari cepat lemas dan sulit konsentrasi, dehidrasi lebih cepat, hingga sembelit.

Untuk menjaga stamina selama puasa, dr Raissa menyarankan menu sahur yang lebih seimbang. Contoh yang ia sebutkan antara lain nasi merah, telur, ayam, tahu, tempe, alpukat, kacang, sayur, dan buah. Kombinasi tersebut dinilai dapat membantu memberi energi yang lebih stabil selama berpuasa.