BERITA TERKINI
Tren ‘S Line’ Viral di Media Sosial, Ini Makna Garis Merah di Atas Kepala

Tren ‘S Line’ Viral di Media Sosial, Ini Makna Garis Merah di Atas Kepala

Media sosial diramaikan tren ‘S Line’ yang ditandai dengan unggahan foto menampilkan garis merah di atas kepala. Tren ini menarik perhatian warganet dan banyak diikuti sebagai konten hiburan.

Fenomena tersebut berawal dari drama Korea terbaru berjudul S Line. Dalam tayangan itu, salah satu karakter digambarkan mampu melihat garis-garis merah di atas kepala orang-orang di sekitarnya. Visual tersebut kemudian diadopsi secara luas oleh pengguna media sosial.

Namun, di balik tampilannya yang sederhana, simbol garis merah itu memiliki makna yang sensitif. Sejumlah warganet disebut mengikuti tren ini tanpa mengetahui konteks dan arti sebenarnya.

Dalam drama S Line, garis merah di atas kepala disebut sebagai “S Line” atau “sex line”. Garis tersebut menjadi simbol tak kasatmata yang menghubungkan seseorang dengan pasangan seksualnya. Jika seseorang memiliki satu atau lebih garis merah, hal itu merepresentasikan jumlah individu yang pernah terlibat hubungan intim dengannya.

Masih dalam konteks cerita, garis itu dikisahkan akan menghilang secara otomatis ketika salah satu pihak yang terhubung meninggal dunia. Konsep tersebut membuat “S Line” dipandang sensitif karena berkaitan dengan riwayat hubungan pribadi dan privasi seseorang. Di dalam alur drama, keberadaan garis ini memicu ketegangan sosial ketika alat untuk melihatnya mulai tersebar di masyarakat.

Sementara itu, tren yang beredar di media sosial kerap diikuti tanpa pemahaman serupa. Banyak pengguna menganggap garis merah tersebut hanya efek estetik atau sekadar lucu-lucuan. Ada pula yang menafsirkannya berbeda, seperti mengira garis itu menunjukkan jumlah orang yang dicintai, banyaknya masalah hidup, hingga jumlah mantan.

Sejumlah komentar warganet di salah satu konten TikTok yang membahas makna ‘S Line’ menunjukkan adanya salah kaprah tersebut. Ada yang menulis, “Gw kira awalnya S Line itu kayak garis2 dari jumlah masalah kita,” sementara komentar lain menyebut, “Gak kamu doang kok. Aku kira S line itu jumlah orang yang dibunuh,” dan ada pula yang menambahkan, “Aku awalnya mikir S Line tuh seberapa banyaknya mantan yang dipunya.”

Seiring viralnya tren ini, sebagian warganet juga menekankan pentingnya memahami asal-usul sebuah tren sebelum ikut serta, terutama jika mengandung makna yang dianggap sensitif.