BERITA TERKINI
Tren Prompt Gemini AI untuk Gambar Perempuan Berhijab Ramai di Media Sosial, Ini Manfaat dan Tantangan Etikanya

Tren Prompt Gemini AI untuk Gambar Perempuan Berhijab Ramai di Media Sosial, Ini Manfaat dan Tantangan Etikanya

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kembali menyita perhatian publik seiring maraknya tren pembuatan gambar perempuan berhijab melalui perintah atau prompt di platform Gemini AI. Fenomena ini ramai diperbincangkan di berbagai media sosial, terutama di kalangan kreator konten, desainer grafis, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memanfaatkan AI untuk kebutuhan visual.

Gemini AI merupakan model AI yang dikembangkan Google dan menjadi bagian dari ekosistem produk AI perusahaan tersebut. Sebelumnya dikenal sebagai Bard, Gemini dirancang untuk memahami serta menghasilkan teks, gambar, dan konten multimodal lainnya berdasarkan instruksi pengguna. Popularitasnya meningkat seiring kemudahan akses dan kemampuan menghasilkan visual yang kian realistis.

Dalam beberapa bulan terakhir, pencarian terkait “prompt Gemini AI perempuan berhijab” dilaporkan meningkat di mesin pencari dan platform berbagi video. Pengguna berlomba membagikan format prompt untuk menghasilkan gambar perempuan berhijab dengan berbagai gaya, mulai dari profesional kantoran, mahasiswa, ilustrasi anime, hingga gaya fotografi realistis.

Contoh prompt yang banyak beredar umumnya memuat detail spesifik, seperti usia dan ekspresi wajah, warna serta model hijab, jenis busana (formal, kasual, syar’i, modern), latar belakang (kantor, kampus, studio foto, alam terbuka), pengaturan pencahayaan dan sudut kamera, hingga gaya visual (realistis, ilustrasi digital, 3D render, sinematik). Semakin rinci instruksi yang diberikan, semakin presisi pula hasil gambar yang dihasilkan. Kondisi ini menegaskan pentingnya teknik prompt engineering untuk memaksimalkan kinerja AI generatif.

Tren tersebut tidak hanya dimaknai sebagai hiburan. Sejumlah pelaku UMKM memanfaatkan gambar AI perempuan berhijab untuk promosi produk fesyen muslim, kosmetik halal, hingga konten edukasi. Dibandingkan sesi pemotretan profesional, penggunaan AI dinilai dapat menjadi alternatif yang lebih efisien dari sisi biaya dalam menghasilkan materi visual.

Di sisi lain, kreator konten memakai visual serupa untuk berbagai kebutuhan, seperti ilustrasi cerita pendek, materi dakwah digital, hingga desain poster. Beberapa di antaranya juga menjadikan karya berbasis AI sebagai bagian dari portofolio desain.

Menurut pengamat teknologi digital, tren ini mencerminkan kebutuhan representasi yang lebih inklusif dalam dunia visual digital. Kehadiran gambar perempuan berhijab dalam beragam konteks profesional dan kreatif dipandang menunjukkan bahwa teknologi AI dapat mendukung keberagaman identitas budaya dan religius. Namun, seiring popularitasnya, tren ini juga memunculkan tantangan etika yang menjadi perhatian dalam penggunaan konten visual berbasis AI.