Sejumlah topik menjadi perhatian pembaca dalam kanal Populer Tren sepanjang Selasa (26/8/2025) hingga Rabu (27/8/2025). Di antaranya soal minuman yang disebut memiliki kandungan mikroplastik paling tinggi, serta informasi di media sosial mengenai nampan atau food tray program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga mengandung minyak babi.
Pembahasan mengenai mikroplastik kembali mengemuka seiring meluasnya temuan partikel tersebut pada sumber makanan dan minuman. Mikroplastik merupakan partikel berukuran sangat kecil dengan diameter kurang dari 5 milimeter. Dalam laporan ini disebutkan, partikel tersebut bahkan telah ditemukan di tubuh manusia, termasuk di darah, otak, hingga testis.
Sejumlah penelitian sebelumnya juga menunjukkan mikroplastik ditemukan di air keran dan air minum kemasan. Dari situ, muncul pertanyaan mengenai jenis minuman apa yang paling tinggi kandungan mikroplastiknya, sebagaimana dibahas dalam rangkaian artikel Populer Tren.
Topik lain yang ramai diperbincangkan adalah unggahan media sosial yang menyebut nampan MBG diduga mengandung minyak babi atau turunannya yang disebut digunakan sebagai komponen pelumas. Dalam narasi yang beredar, nampan bertuliskan “Made In Indonesia” juga disebut sebenarnya diimpor dari China. Informasi tersebut memicu pertanyaan publik mengenai tanggapan Badan Gizi Nasional (BGN).
Selain dua isu tersebut, Populer Tren juga memuat sorotan media asing terhadap aksi demonstrasi 25 Agustus 2025 di depan Kompleks DPR/MPR, Jakarta. Aksi yang diikuti mahasiswa, pelajar, serta pengemudi ojek online (ojol) itu memprotes kenaikan tunjangan anggota DPR RI. Aksi bertajuk “Revolusi Rakyat Indonesia” turut menyuarakan tuntutan pembubaran DPR RI, dengan poster dan spanduk kritik dibentangkan di sepanjang pagar gedung.
Dari luar negeri, perhatian pembaca juga tertuju pada kabar seorang remaja 13 tahun di distrik El-Marg, Kairo, Mesir, yang meninggal dunia pada Sabtu (16/8/2025) setelah memakan tiga bungkus mi instan mentah sekaligus. Polisi setempat dilaporkan menerima laporan kematian di kediaman korban dan tidak menemukan luka maupun tanda tindak pidana. Peristiwa itu memicu respons di Mesir, termasuk desakan agar pemerintah memperketat aturan keamanan pangan.
Topik lainnya adalah kisah rumah yang dijuluki “Eye of Jinxi” di Provinsi Jiangxi, China. Pemilik rumah, Huang Ping, disebut memilih meninggalkan kediamannya setelah sebelumnya menolak tawaran kompensasi jutaan yuan untuk pindah. Pemerintah kemudian tetap membangun proyek jalan tol dengan ruas jalan yang melingkari rumah tersebut, hingga bangunan itu menjadi sorotan publik.

