BERITA TERKINI
Tren Matcha Kian Menguat di Indonesia, UMKM Melihat Celah Pasar dari Minuman hingga Makanan

Tren Matcha Kian Menguat di Indonesia, UMKM Melihat Celah Pasar dari Minuman hingga Makanan

Tren matcha di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang semakin nyata dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan pencarian online, kata kunci “matcha” tercatat naik 30% pada 2022 dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini mengindikasikan meningkatnya minat konsumen terhadap produk berbasis matcha, baik dalam bentuk minuman maupun makanan.

Pertumbuhan juga terlihat di sektor kuliner. Pada 2023, jumlah restoran dan kafe yang menyajikan menu berbasis matcha dilaporkan meningkat hingga 45%. Perkembangan tersebut menandakan permintaan yang terus meluas dan membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk ikut memanfaatkan tren. Seiring tingginya antusiasme, 2024 diperkirakan akan diwarnai semakin banyak konten media sosial yang menampilkan resep serta ulasan produk matcha.

Popularitas matcha didorong beberapa faktor. Matcha dikenal kaya antioksidan, terutama EGCG, yang dipercaya baik untuk kesehatan. Selain itu, matcha dinilai selaras dengan citra gaya hidup sehat dan estetis yang kian diminati, terutama di kalangan konsumen muda. Cita rasa matcha yang khas dan kerap dianggap memberi efek “calming” atau menenangkan turut menjadi daya tarik tersendiri.

Tren gaya hidup juga berperan. Meningkatnya minat pada konsep “Japandi”, yang menggabungkan elemen budaya Jepang dan Skandinavia, disebut ikut mendorong matcha semakin populer di tengah masyarakat Indonesia yang terinspirasi gaya hidup Jepang.

Dari sisi konsumen, kelompok Millennial dan Gen Z berusia 18–35 tahun menjadi segmen terbesar. Mereka tidak hanya mempertimbangkan rasa, tetapi juga aspek kesehatan dan estetika dari produk yang dipilih. Tren ini paling menonjol di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali, yang menjadi pusat munculnya restoran serta kafe dengan berbagai varian menu matcha.

Bagi UMKM, meningkatnya permintaan membuka ruang untuk menambah produk berbasis matcha dalam daftar menu, khususnya di sektor makanan dan minuman. UMKM yang mengusung konsep sehat dan organik dinilai berpotensi lebih mudah menarik konsumen yang peduli pada gaya hidup sehat.

Di tengah persaingan yang semakin kompetitif, pelaku usaha disarankan memanfaatkan platform digital untuk memperkenalkan produk matcha, sekaligus menjaga kualitas dan menawarkan variasi produk agar mampu bersaing di pasar yang terus berkembang.