Menjelang Idul Fitri 2026, persiapan suguhan untuk meja tamu kembali menjadi perhatian banyak keluarga. Tradisi menyajikan kue kering dinilai tetap penting sebagai bagian dari momen silaturahmi, dengan pilihan yang memadukan rasa tradisional dan kreasi kekinian.
Sejumlah kue kering klasik diprediksi masih menjadi primadona karena cita rasanya yang dianggap tak lekang oleh waktu. Nastar dengan isian selai nanas dan kastengel bercita rasa keju tetap disebut sebagai dua pilihan utama yang kerap hadir saat Lebaran.
Selain nastar dan kastengel, beberapa varian klasik lain juga diperkirakan terus diminati. Di antaranya putri salju dengan balutan gula halus, lidah kucing yang tipis dan renyah untuk teman minuman hangat, serta kue semprit yang dikenal dengan bentuk bunga dan tampilan yang mempercantik isi toples.
Di sisi lain, Lebaran 2026 juga diperkirakan akan diwarnai inovasi camilan yang lebih kreatif dan ekonomis. Tren ini muncul sebagai alternatif bagi masyarakat yang ingin menghadirkan suguhan berbeda, sembari tetap memperhatikan efisiensi biaya produksi.
Salah satu inovasi yang disebut menarik perhatian adalah nastar kelepon. Varian ini menggabungkan adonan nastar dengan balutan kelapa kering, menghasilkan perpaduan rasa manis dan gurih sekaligus tekstur yang berbeda dari versi aslinya.
Selain itu, beberapa ide suguhan kreatif lain juga diprediksi berpeluang populer dan dapat dibuat di rumah. Ada nastar labu yang dibentuk menyerupai buah labu dengan bantuan garpu dan hiasan cengkeh sebagai tangkai, permen pepaya pelangi dari pepaya muda parut yang dimasak dengan gula hingga mengering dan diberi pewarna makanan cerah, keripik pisang aneka rasa seperti stroberi, melon, cokelat, hingga susu, serta astor kulit lumpia yang dibuat dari kulit lumpia dan selai cokelat yang digulung memanjang.
Beragam variasi tersebut menunjukkan bahwa suguhan Lebaran tidak selalu harus mahal untuk meninggalkan kesan. Kreativitas mengolah bahan sederhana menjadi salah satu daya tarik dalam menyambut tamu pada hari kemenangan.

