JAKARTA — Tren minum kopi americano untuk mendukung program penurunan berat badan kian ramai diperbincangkan. Sejumlah orang memilih americano dibanding kopi susu dengan alasan ingin mengurangi asupan kalori agar penurunan berat badan lebih cepat.
Di media sosial, berbagai testimoni turut memperkuat anggapan bahwa americano dapat membantu proses diet. Namun, benarkah kopi jenis ini efektif untuk menurunkan berat badan?
Mengutip Healthline pada Selasa, 2 Desember 2025, sejumlah penelitian sebelumnya telah menautkan kopi dengan berbagai manfaat kesehatan, mulai dari penurunan risiko diabetes tipe 2 hingga dukungan terhadap kesehatan kardiovaskular. Kini, satu potensi manfaat lain ikut disorot, yakni kaitannya dengan penurunan berat badan.
Sebuah studi terbaru yang dimuat di The American Journal of Clinical Nutrition menyebut konsumsi kopi tanpa pemanis berkaitan dengan penurunan berat badan. Catatan pentingnya, manfaat tersebut dikaitkan dengan kopi yang diminum tanpa tambahan gula. Karena itu, kopi americano tanpa bahan tambahan apa pun—yang secara alami rendah kalori—sering dianggap sebagai pilihan yang lebih sesuai untuk diet.
Alasan yang kerap dikemukakan adalah efek termogenik dari kafein. Kafein disebut dapat merangsang tubuh menghasilkan panas dan membakar lebih banyak kalori, sehingga meningkatkan pengeluaran energi. Mekanisme ini juga dikaitkan dengan meningkatnya pembakaran lemak, termasuk saat tubuh dalam kondisi beristirahat.
Selain itu, kafein disebut dapat mengurangi rasa lapar dalam jangka pendek. Kondisi tersebut membuat sebagian orang cenderung mengonsumsi lebih sedikit kalori setelah minum kopi.
Kafein juga dikaitkan dengan peningkatan stamina dan kapasitas saat berolahraga. Jika diminum sebelum aktivitas fisik, americano dinilai dapat membantu tubuh membakar lebih banyak kalori, sehingga berpotensi mendukung upaya penurunan berat badan.
“Dengan meningkatkan kapasitas dan intensitas olahraga, konsumsi kopi tanpa gula secara teratur dapat secara tidak langsung mendukung upaya penurunan berat badan melalui peningkatan kalori selama aktivitas fisik,” ujar ahli fisiologi olahraga Dr. Colleen Gulick.
Meski begitu, konsumsi kopi tetap disarankan tidak berlebihan. Kopi dapat memicu insomnia, jantung berdebar, kecemasan, dan gangguan pencernaan, terutama pada orang yang sensitif terhadap kafein.

