Bandung kembali menjadi sorotan lewat tren oleh-oleh 2026 yang kian beragam dan inovatif. Minat wisatawan disebut mulai bergeser ke produk artisan bakery yang tampil estetik, serta olahan yang memadukan cita rasa tradisional dengan sentuhan modern.
Bagi pelancong yang berencana liburan atau mudik, memahami daftar oleh-oleh yang tengah naik daun dinilai penting agar bisa membawa pulang buah tangan yang sesuai tren dan mudah didapat.
Sejumlah produk yang ramai dibicarakan tahun ini banyak dipicu oleh viralnya konten di media sosial. Salah satunya Roti Macan yang memicu fenomena “war” kuliner di kawasan Buah Batu. Produk ini dikenal dengan teknik sourdough bertekstur kenyal, dengan varian Cranberry Cheese yang disebut paling diburu hingga membuat pembeli rela mengantre sekitar 2,5 jam sejak pukul 07.00 pagi.
Dari kategori dessert, Bandung Cheesecuit menjadi salah satu yang menonjol. Kudapan berupa biskuit berlapis krim keju ini viral di TikTok dan Instagram, dengan daya tarik pada tampilan yang estetik serta tekstur yang lumer.
Tren lain datang dari Bolu Pisang Tjilaki 9 yang disebut mengubah citra bolu klasik menjadi sajian lebih mewah. Produk ini hadir di daerah Cihapit dan turut menarik perhatian karena nuansa bangunan kolonial yang ikonik.
Di lini roti, Rochi Bandung menawarkan inovasi roti lembut dengan isian mochi kenyal. Produk ini juga menonjol lewat kemasan cantik berbahan anyaman bambu premium.
Sementara itu, Tiramisusu by Chocomory ikut mencuri perhatian berkat menu Tiramisu Snow Mountain yang dikenal creamy. Namun, produk ini memiliki daya tahan singkat, yakni sekitar 12 jam di suhu ruang.
Selain produk-produk baru, inovasi berbasis tradisi juga disebut menguat, seperti kemunculan Slim Toast Hokkaido serta transformasi Peuyeum Bandung yang kini diolah menjadi isian croissant atau cheesecake di sejumlah kafe premium.
Meski banyak pendatang baru, oleh-oleh legendaris masih bertahan sebagai rujukan wisata kuliner Bandung. Kartika Sari dengan pisang bolennya dan Kopi Aroma disebut tetap eksis sebagai standar emas kuliner kota ini. Untuk kebutuhan perjalanan jauh, Batagor Riri atau Batagor Kahuripan versi vakum juga dinilai menjadi pilihan yang lebih praktis bagi wisatawan.
Untuk mengantisipasi produk yang cepat habis, wisatawan disarankan datang lebih awal karena beberapa item kerap ludes sebelum siang. Penggunaan tas pendingin (cooler bag) juga dianjurkan agar kualitas dessert tetap terjaga selama perjalanan.
Rangkaian tren tersebut menunjukkan kreativitas kuliner Bandung yang terus bergerak, memadukan kekayaan tradisi dengan inovasi masa kini untuk memenuhi selera wisatawan.

