Tren baru kembali meramaikan TikTok Indonesia pada Ramadan 2026. Salah satu yang banyak muncul di linimasa adalah konten bertajuk “Catatan Amal Buruk”, yang digunakan warganet untuk mendeskripsikan momen-momen random atau usil dari sosok tertentu, termasuk idola yang mereka gemari.
Meski memakai istilah “amal buruk”, isi video dalam tren ini tidak mengarah pada hal negatif. Kontennya justru berisi rangkuman cuplikan kejadian yang dianggap lucu, mengesankan, atau sulit dilupakan oleh pembuat video maupun penonton.
Secara format, “Catatan Amal Buruk” biasanya berupa video kompilasi momen random atau keusilan seseorang. Video tersebut kerap menggunakan potongan sound yang umum dipakai untuk konten jedag-jedug (JJ). Setelah menampilkan cuplikan, pembuat video umumnya melakukan freeze pada layar, lalu menambahkan teks yang menjelaskan perilaku random yang sedang ditampilkan.
Tren ini banyak dibuat oleh penggemar untuk merangkum sisi unik idola mereka. Sejumlah nama yang sering muncul dalam versi “Catatan Amal Buruk” buatan penggemar Indonesia antara lain Carmen Hearts2Hearts, Haechan NCT Dream, Beomgyu TXT, dan SEVENTEEN. Polanya juga bisa dibalik, misalnya dengan konsep “Catatan Amal Buruk” dari penggemar kepada idola, seperti “Catatan Amal Buruk CARAT ke SEVENTEEN”.
Selain idola KPop, tren serupa juga menyasar figur dari Indonesia. Konten “Catatan Amal Buruk” untuk member JKT48 turut banyak dibuat, salah satunya yang kerap muncul adalah Kathrina.
Berdasarkan penelusuran di kolom pencarian TikTok pada bagian “Teratas”, tren “Catatan Amal Buruk” mulai ramai dibuat warganet Indonesia sejak akhir Januari 2026. Namun, menjelang hingga memasuki Ramadan, jumlah video baru dengan format serupa terlihat semakin bermunculan.
Meski tidak dapat dikonfirmasi secara pasti, kemunculan tren ini diduga berkaitan dengan suasana Ramadan, ketika banyak orang berpuasa dan menahan lapar, dahaga, serta nafsu. Kendati demikian, warganet tidak menggunakan tren ini untuk menghujat sosok yang ada di video, melainkan menertawakan momen random yang ditampilkan.
Secara umum, tren “Catatan Amal Buruk” lebih dipahami sebagai konten hiburan yang merangkum momen-momen lucu, bukan sebagai ajang menyebarkan hal negatif.

