BERITA TERKINI
Tren Busana Lebaran 2026 Bergeser ke Quiet Luxury, Gaya Sederhana Jadi Favorit

Tren Busana Lebaran 2026 Bergeser ke Quiet Luxury, Gaya Sederhana Jadi Favorit

Tren busana Lebaran 2026 menunjukkan pergeseran dari tampilan berkilau dan penuh ornamen menuju gaya yang lebih tenang. Detail shimmer serta taburan payet yang sempat mendominasi etalase Lebaran kini mulai ditinggalkan, digantikan desain yang kalem, dewasa, dan minim dekorasi.

Desainer asal Malang, Andy Sugix, menilai perubahan ini mencerminkan suasana zaman. Menurutnya, masyarakat semakin selektif dalam memilih busana dan tidak lagi semata mengikuti tren yang viral. “Sekarang orang ingin terlihat elegan tapi tidak heboh. Yang dicari itu kesan mahalnya, bukan keramaiannya,” kata Andy, Senin (2/3/2026).

Konsep quiet luxury menjadi salah satu arus utama tahun ini. Gaya tersebut menonjolkan potongan yang presisi, warna lembut, serta kesan mewah tanpa terlihat mencolok. Andy menyebut, busana Lebaran tidak lagi identik dengan permainan layer berlebihan atau ornamen yang ramai. Sebaliknya, siluet bersih dengan garis tegas dan jatuh yang rapi dinilai lebih berkelas.

Di media sosial, istilah “baju bini orang” juga ikut menguat sebagai representasi gaya baru: sopan, anggun, dan terlihat effortless. Andy menilai model seperti itu memiliki daya tarik karena kesederhanaannya. “Model seperti itu kuat karena sederhana. Dipakai ibu-ibu cocok, anak muda juga masuk. Ada kesan dewasa tapi tetap modern,” ujarnya.

Dari sisi desain, potongan longgar masih mendominasi, namun kini hadir dengan struktur yang lebih terukur. Sejumlah detail seperti belt fleksibel, lengan puff ringan, hingga cutting oval di bagian depan disebut membantu menciptakan tampilan yang proporsional tanpa membentuk tubuh secara berlebihan. Gaya ini juga dinilai lebih nyaman untuk dipakai bersilaturahmi seharian.

Perubahan turut terlihat pada pilihan warna. Palet lembut seperti nude, broken white, sage, hingga hitam klasik kembali diminati. Warna terang masih digunakan, tetapi lebih sering hadir sebagai aksen. “Warna-warna tenang itu lebih tahan lama. Bisa dipakai lagi untuk acara lain, tidak cuma saat Lebaran,” kata Andy.

Selain desain dan warna, konsumen juga disebut semakin kritis terhadap material. Kain ringan seperti linen, satin doff yang tidak terlalu mengilap, serta jersey dengan tekstur jatuh dan adem menjadi pilihan yang banyak dicari. Kenyamanan menjadi faktor utama selain tampilan. “Orang sekarang pegang bajunya dulu sebelum beli. Kalau panas atau terlalu berat, langsung ditinggal,” tutur Andy.

Meski tren terus berubah, Andy menilai kebutuhan untuk tampil percaya diri tetap menjadi hal yang dicari. Perbedaannya, pada Lebaran 2026 rasa percaya diri lebih banyak dibangun lewat kesederhanaan yang matang, bukan kilau yang berlebihan. “Lebaran itu momen sakral. Jadi tampil bagus itu penting, tapi tidak harus mencolok. Yang penting rapi, nyaman, dan tetap berkelas,” pungkasnya.