Tren busana muslim untuk Lebaran 2026 mengarah pada konsep “kenyamanan yang berkelas”. Gaya yang ditonjolkan cenderung lebih simpel dan ringan, dengan fokus pada potongan yang praktis serta pemilihan bahan yang nyaman dipakai sepanjang hari.
Dari sisi warna, palet bernuansa bumi masih menjadi pilihan utama. Warna seperti Sage Green tetap bertahan, disertai kelompok earth tone lain yang disebut lebih dewasa, seperti Mocha, Clay, dan Warm Sand. Selain itu, warna yang disebut menjadi sorotan adalah “Cloud Dancer”, yakni putih lembut yang tidak terlalu terang, memberi kesan bersih dan sederhana.
Untuk busana perempuan, salah satu model yang disebut sedang viral adalah gamis dengan rompi lepas. Model ini dinilai praktis karena dapat dipakai sebagai satu set untuk tampilan lebih formal, atau dilepas untuk gaya yang lebih santai. Tren lain yang ikut meramaikan adalah gamis bergaya hanbok serta baju kurung Melayu berpotongan slim fit dengan siluet lurus.
Sementara untuk pria, tren 2026 disebut bergeser dari baju koko dengan bordir penuh ke gaya yang lebih minimalis. Kemeja berkerah Shanghai yang polos dan kurta minimalis menjadi pilihan yang menonjol. Dari segi bahan, katun linen disebut mulai banyak digunakan karena bertekstur namun tetap terasa adem. Ada pula yang memadukan tampilan dengan outer model kimono.
Selain warna dan model, perhatian besar juga diberikan pada pemilihan material. Seiring cuaca yang dinilai makin tidak menentu, bahan yang breathable atau “bisa bernapas” menjadi pertimbangan. Sejumlah kain yang disebut diminati antara lain serat bambu, katun organik, dan satin matte, dengan tujuan tetap nyaman meski busana tertutup dan dipakai saat aktivitas silaturahmi.

