JAMBI — Tim Penggerak PKK (TP PKK) Provinsi Jambi berkolaborasi dengan Poltekkes Kemenkes Jambi menggelar program Pojok Berkah bertema “Berbagi Sarapan Bergizi”, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat TP PKK Provinsi Jambi, Jalan Mayjen HMJ Singedekane, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.
Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hesnidar Haris (Hesti Haris) hadir bersama jajaran pengurus PKK, pimpinan Poltekkes Kemenkes Jambi, serta masyarakat. Selain menerima sarapan, warga juga mendapatkan edukasi mengenai gizi seimbang, pola hidup bersih dan sehat, serta pentingnya pemenuhan kebutuhan nutrisi keluarga.
Hesti menyampaikan, Pojok Berkah merupakan program sosial yang tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan, tetapi juga menjadi sarana penyampaian informasi kesehatan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga. Ia menilai kolaborasi lintas pihak penting dalam upaya pembangunan kesehatan.
“Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pembangunan kesehatan memerlukan kerja sama semua pihak,” ujar Hesti. Ia juga mengapresiasi dukungan Poltekkes Kemenkes Jambi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Poltekkes Kemenkes Jambi yang telah menjadi mitra dalam kegiatan Pojok Berkah,” katanya. Hesti berharap kerja sama ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam kegiatan itu, sarapan dibagikan dengan mempertimbangkan kebutuhan gizi. Sarapan dipandang penting untuk menyediakan energi sebelum memulai aktivitas, namun kualitas menu juga perlu diperhatikan, termasuk keseimbangan karbohidrat, protein, sayuran, buah, dan air minum. Karena itu, pembagian makanan disertai edukasi agar masyarakat tidak hanya merasakan manfaat pada hari kegiatan, tetapi juga memahami cara menyusun menu keluarga yang lebih sehat.
Meski demikian, bahan kegiatan belum memerinci jenis menu, kandungan gizi, jumlah penerima, maupun kelompok masyarakat yang menjadi prioritas.
Direktur Poltekkes Kemenkes Jambi Saprimail Harahap mengatakan institusi pendidikan kesehatan memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat. Menurutnya, penyediaan sarapan bergizi dapat menjadi langkah sederhana untuk membangun kesadaran tentang kesehatan dan produktivitas.
“Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Jambi juga ingin memperkuat peran institusi pendidikan kesehatan dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor,” ujar Saprimail. Ia menyatakan Poltekkes siap mendukung program pemerintah daerah dan TP PKK yang berkaitan dengan peningkatan pengetahuan kesehatan masyarakat.
Poltekkes juga membuka peluang pelibatan dosen dan mahasiswa untuk kegiatan edukasi, pemeriksaan sederhana, pendampingan keluarga, serta promosi kesehatan lainnya. Masyarakat yang hadir menikmati sarapan sambil menerima informasi terkait pemenuhan gizi keluarga dan penerapan pola hidup bersih.
Dalam edukasi yang disampaikan, permasalahan gizi dinilai tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan. Pemilihan bahan, pengolahan, kebersihan, porsi, kebiasaan makan, dan pemahaman terhadap kebutuhan tiap anggota keluarga turut memengaruhi. Anak-anak, ibu hamil, lansia, serta orang dengan kondisi kesehatan tertentu disebut memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga pesan gizi perlu disampaikan secara praktis agar mudah dipahami dan diterapkan.
TP PKK Provinsi Jambi berharap Pojok Berkah dapat menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan dukungan yang lebih luas, jangkauan penerima diharapkan dapat diperluas sekaligus menambah bentuk pelayanan, seperti edukasi gizi, pemeriksaan kesehatan dasar, konsultasi, dan pendampingan keluarga berisiko.
Setelah sarapan dibagikan dan edukasi disampaikan, tantangan berikutnya adalah memastikan pesan mengenai gizi seimbang benar-benar diterapkan dalam pola makan keluarga dan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.

