Palu—Kegemaran menonton drama Korea mengantarkan Tissa Sagita pada ide usaha kuliner yang kini dikenal dengan nama Moza Corn. Usaha tersebut mulai dirintis sejak 2018 dan terus dikembangkan hingga saat ini.
Tissa mengaku tertarik mencoba berbagai makanan yang kerap muncul dalam drama Korea, lalu melihatnya sebagai peluang bisnis. Salah satu menu yang ia kembangkan adalah corndog dengan isian sosis dan mozzarella.
“Awalnya memang karena suka nonton drama Korea, dari situ saya tertarik dengan makanan seperti corndog dan akhirnya mencoba membuat usaha sendiri. Sampai sekarang masih terus saya jalankan,” ujar Tissa Sagita.
Dalam perjalanannya, Tissa menyebut mempertahankan usaha tidak selalu mudah. Ia beberapa kali mengalami pasang surut, namun tetap berusaha melanjutkan bisnis dengan menyesuaikan dan mengembangkan menu sesuai kebutuhan serta selera konsumen.
Salah satu menu yang disebut menjadi best seller di Moza Corn adalah mix platter. Menu ini disajikan dalam satu kotak berisi beragam pilihan makanan, seperti burger, ayam, kentang goreng, dan spageti mentai.
Moza Corn berlokasi di kawasan Kampung Nelayan, tepatnya di pinggir pantai. Usaha ini kini memiliki empat orang karyawan dan beroperasi setiap hari mulai sekitar pukul 17.00 hingga selesai.
Lokasi di kawasan pantai turut memberikan pengalaman berbeda bagi pelanggan. Pengunjung dapat menikmati makanan sambil melihat suasana laut dan matahari terbenam.
Bagi Tissa, perjalanan Moza Corn menjadi bukti bahwa peluang usaha dapat berawal dari ketertarikan sederhana yang kemudian dikembangkan secara konsisten. Ia juga mengajak anak muda untuk tidak takut memulai usaha dan menjadikan tantangan sebagai bagian dari proses belajar.
“Yang paling penting jangan takut untuk mulai. Jatuh bangun dalam usaha itu pasti ada, saya juga sudah beberapa kali merasakannya, tapi yang penting kita mau kembali berjuang dan terus mencoba,” tutup Tissa.