BERITA TERKINI
Tapin Dorong Peran Keluarga untuk Cegah Stunting Lewat Pemenuhan Gizi Anak

Tapin Dorong Peran Keluarga untuk Cegah Stunting Lewat Pemenuhan Gizi Anak

RANTAU – Upaya pencegahan stunting dinilai tidak cukup jika hanya mengandalkan layanan kesehatan. Kebiasaan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi dan merawat anak sejak dini disebut menjadi kunci penting untuk mendukung pertumbuhan anak.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin Hj Faridah Yamani saat membuka Kampanye Penggerakan Masyarakat Hidup Sehat melalui Gerakan Cegah Stunting di Pendopo Galuh Bastari, Kawasan Rantau Baru, Senin (19/10/2026).

Kegiatan yang melibatkan pelajar serta ibu yang memiliki anak balita tersebut juga diisi demonstrasi memasak menu bergizi seimbang dengan kandungan protein hewani. Demonstrasi ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi dalam mendukung pertumbuhan anak.

Faridah mengatakan, pencegahan stunting membutuhkan kepedulian dan kerja sama berbagai pihak. Menurutnya, upaya tersebut tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan melalui kebiasaan sehat yang diterapkan secara konsisten sejak masa kehamilan hingga anak tumbuh dan berkembang.

“Pemenuhan gizi yang seimbang, kesehatan ibu selama kehamilan, pemberian ASI eksklusif, pengasuhan yang baik, serta pemantauan pertumbuhan anak di posyandu merupakan bagian penting dari upaya tersebut,” ujarnya.

Ia menekankan, keluarga merupakan lingkungan pertama dalam membangun perilaku hidup sehat. Karena itu, Tim Penggerak PKK mendorong perubahan kebiasaan masyarakat melalui 10 Program Pokok PKK, khususnya pada bidang kesehatan dan ketahanan keluarga.

Faridah menambahkan, penerapan pola hidup sehat bisa dimulai dari langkah sederhana yang disesuaikan dengan kemampuan keluarga. Di antaranya menyediakan makanan bergizi, membiasakan cuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan ibu dan anak memperoleh layanan kesehatan yang diperlukan.

Ia berharap kampanye ini tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi berlanjut menjadi praktik sehari-hari di lingkungan keluarga. Menurutnya, kesadaran masyarakat perlu dibangun agar pencegahan stunting menjadi tanggung jawab bersama, bukan semata tugas tenaga kesehatan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin, Iskandar Kurniawan, menyebut kampanye tersebut sebagai bagian dari upaya menggerakkan masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan dan pencegahan stunting. Pelibatan pelajar, ibu yang memiliki balita, serta ahli gizi diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai pentingnya asupan gizi seimbang.

Menurut Iskandar, demonstrasi memasak yang digelar dalam kegiatan itu juga memberikan gambaran tentang pengolahan menu bergizi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.