BERITA TERKINI
Survei Adidaya Institute: 47,5 Persen Responden Nilai Menu MBG Lebih Enak dari Masakan Rumah

Survei Adidaya Institute: 47,5 Persen Responden Nilai Menu MBG Lebih Enak dari Masakan Rumah

Adidaya Institute merilis hasil survei yang mengukur sentimen publik terhadap kelanjutan program MBG atau Makan Bergizi Gratis. Salah satu bagian survei menanyakan penilaian responden mengenai perbandingan menu MBG dengan makanan yang biasa dikonsumsi di rumah.

Dalam pertanyaan, “Apakah rasa menu MBG saat ini lebih enak daripada menu makanan di rumah?”, sebanyak 47,5 persen responden menyatakan menu MBG lebih enak. Direktur Politik dan Demokrasi Adidaya Institute, Ahmad Fadli, menilai temuan ini menunjukkan penerima manfaat merasakan kekuatan rasa pada menu yang disajikan.

“Hal ini menunjukkan artinya rasa relatif kuat nih. Penerima manfaat itu merasakan rasanya kuat, gitu kan,” kata Fadli.

Ia juga menyebut bahwa keberadaan ahli gizi yang bekerja di dapur-dapur MBG berkontribusi terhadap kualitas menu. Namun, Fadli menekankan masih ada ruang perbaikan karena faktor rasa dinilai penting dalam menentukan apakah makanan dikonsumsi atau justru tersisa.

“Berarti ahli-ahli gizi yang dipekerjakan di dapur-dapur MBG itu tidak sia-sia. Namun begitu, masih terdapat ruang perbaikan karena kualitas rasa itu menjadi faktor penting dan menentukan apakah makanan benar-benar dikonsumsi atau justru tersisa,” ujarnya.

Meski demikian, survei juga mencatat sekitar 34 persen responden menyatakan menu MBG tidak lebih enak dibanding makanan di rumah. Angka tersebut menunjukkan masih ada bagian responden yang belum menilai rasa menu MBG lebih baik daripada makanan rumahan.

Pada survei yang sama, pertanyaan sebelumnya juga mendapati 17,25 persen responden menyebut menu MBG tidak enak, yang menjadi alasan mereka tidak menghabiskan makanan yang diberikan.

Sementara itu, penilaian responden terhadap aspek gizi cenderung lebih positif. Dalam pertanyaan, “Apakah menu MBG saat ini lebih bergizi daripada makanan di rumah?”, sebanyak 54,6 persen responden menyatakan menu MBG lebih bergizi dibanding makanan di rumah mereka.

Menurut Fadli, hasil tersebut memperlihatkan persepsi publik yang positif terhadap kandungan gizi menu MBG, meski tetap ada tantangan untuk memastikan persepsi itu sesuai dengan standar gizi dan kualitas makanan di lapangan.

“Tantangannya adalah memastikan persepsi publik ini konsisten dengan standar gizi dan kualitas makanan yang diterima di lapangan,” kata Fadli dalam konferensi pers yang tayang di akun YouTube Adidaya Institute, Kamis, 8 Oktober 2026.

Fadli menambahkan, respons responden terkait menu MBG yang dinilai lebih bergizi juga selaras dengan profil responden survei yang didominasi kalangan menengah ke bawah, termasuk banyak ibu rumah tangga.

“Bagi mereka (responden), ya MBG ini lebih bergizi daripada yang ada di rumah. Artinya positif,” ujar Fadli.