Pameran business-to-business (B2B) internasional SIAL Interfood kembali digelar pada 4–6 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Seperti penyelenggaraan sebelumnya, ajang ini menyasar pelaku bisnis di industri makanan dan minuman (F&B).
SIAL Interfood pertama kali diadakan di Indonesia pada 2025 dengan target menangkap potensi pasar Asia Tenggara. Pada penyelenggaraan debutnya, pameran ini tercatat diikuti 800 perusahaan dari 22 negara.
Dalam konferensi pers pada Rabu (13/5), Rodolphe Lameyse, CEO of Food and Beverage Division of Comexposium, menekankan pentingnya penyelenggaraan tahun ini untuk memperkuat posisi pameran di pasar global. Ia menyebut jaringan SIAL tengah memasuki fase baru dengan fokus memperkuat peran acara sebagai tempat pertemuan bisnis dan menarik pengunjung yang lebih profesional.
Menurut Lameyse, penguatan tersebut juga dilakukan dengan mempertahankan lokasi penyelenggaraan SIAL Interfood yang dinilai strategis. Langkah itu, kata dia, ditujukan untuk menjaga kualitas acara sekaligus mendorong pertumbuhan pameran ke depan.
Penyelenggaraan 2026 disebut akan diikuti peserta dari 25 negara, mencakup wilayah Tiongkok (China), Asia-Pasifik (APAC), serta Eropa dan Timur Tengah (EMEA).
Melalui jaringan global SIAL, para eksibitor diharapkan dapat terhubung dengan pembeli potensial yang mencari produk baru maupun teknologi terbaru. Sektor yang disorot meliputi makanan beku, industri kopi dan teh, hingga inovasi teknologi pengolahan pangan.
Selain pameran, rangkaian program juga disiapkan untuk memperluas jejaring dan peluang bisnis peserta. Di antaranya kompetisi SIAL Innovation yang mengkurasi produk-produk inovatif dari eksibitor, serta kompetisi memasak internasional dengan penilaian langsung dari juri kelas dunia.
Agenda lain meliputi barista championship, seminar, talkshow mengenai tren industri, hingga program business matching yang memfasilitasi pertemuan langsung antara eksibitor dan pembeli potensial (trade buyers).
Presiden Direktur Seven Event, Andy Wismarsyah, menyatakan fokus penyelenggaraan tahun ini adalah menghadirkan standar keunggulan bisnis internasional dengan menghubungkan peserta pameran dengan profil pelaku industri yang dinilai berkualitas.

