BERITA TERKINI
Gen Z Pilih Jualan Cireng Isi untuk Tambah Penghasilan, Modal Rp300 Ribu Balik dalam 1–2 Minggu

Gen Z Pilih Jualan Cireng Isi untuk Tambah Penghasilan, Modal Rp300 Ribu Balik dalam 1–2 Minggu

Di tengah melemahnya nilai tukar rupiah, sebagian masyarakat mencari pekerjaan sampingan untuk menambah pemasukan. Tren ini juga terlihat di kalangan anak muda, termasuk Gen Z, yang banyak melirik usaha kuliner sederhana sebagai sumber penghasilan tambahan.

Salah satunya dilakukan Rinda, yang memilih berjualan cireng isi untuk membantu menambah pemasukan keluarga. Usaha tersebut dijalankan secara bergantian oleh anggota keluarganya. Meski terkesan sederhana, Rinda menilai cireng isi cukup menjanjikan karena memiliki peminat di lingkungan tempat tinggalnya.

Rinda mengaku memilih cireng isi karena belum banyak penjual serupa di daerahnya. Selain itu, rasa cireng yang dijual disebut menjadi daya tarik bagi pelanggan. “Kenapa pilih cireng? Karena di tempatku nggak ada yang jualan cireng isi, terus juga emang enak. Tapi aku nggak buat sendiri, tapi pesan jadi lalu dijual lagi,” kata Rinda.

Untuk memulai usaha, Rinda dan keluarganya menyiapkan modal awal sekitar Rp300 ribu hingga Rp350 ribu. Dana itu digunakan untuk membeli perlengkapan berjualan seperti meja, payung, kompor, serta stok awal cireng.

Dalam operasional harian, Rinda biasanya membeli 8 hingga 10 boks cireng dengan harga Rp13 ribu per boks. Cireng tersebut kemudian dijual kembali seharga Rp2.500 per buah. Ia menyebut modal awal dapat kembali dalam waktu relatif singkat, sekitar satu hingga dua minggu.

Rinda juga menyampaikan bahwa penjualan tidak selalu stabil, namun pembeli cenderung ramai pada waktu-waktu tertentu. Saat permintaan meningkat, ia mengaku bisa menghabiskan hingga 12 boks cireng dalam sehari. Dalam berjualan, Rinda dibantu keponakannya dan membuka lapak mulai pukul 15.30 hingga 18.00 WIB.