BERITA TERKINI
Sambal Bakar Indonesia Rayakan Ulang Tahun ke-3 dengan Kompetisi Master Rasa Libatkan Konsumen Ciptakan Menu Baru

Sambal Bakar Indonesia Rayakan Ulang Tahun ke-3 dengan Kompetisi Master Rasa Libatkan Konsumen Ciptakan Menu Baru

Sambal Bakar Indonesia merayakan ulang tahun ke-3 dengan cara berbeda. Alih-alih sekadar menggelar promo, jaringan kuliner ini mengajak pelanggan ikut menciptakan menu baru melalui kompetisi memasak bertajuk Master Rasa.

Kompetisi tersebut dirancang bukan hanya sebagai ajang lomba, melainkan juga upaya melibatkan konsumen secara langsung dalam pengembangan produk. “Kami terinspirasi dari semangat dapur rumahan yang sederhana tapi kaya rasa, serta keinginan untuk merangkul kreativitas masyarakat Indonesia,” ujar Benjamin Master Adhisurya, Director of Corporate Communication & Relations Sambal Bakar Indonesia.

Dalam program ini, 40 peserta terpilih bergabung untuk memperebutkan hadiah uang tunai Rp100 juta. Selain hadiah utama, peserta juga berpeluang agar menu kreasinya dipasarkan di seluruh outlet Sambal Bakar Indonesia.

Pemenang kompetisi tidak hanya mendapatkan kesempatan distribusi menu, tetapi juga akan menerima royalti dari setiap penjualan. Benjamin—yang juga dikenal sebagai Iben dan masuk daftar Forbes 30 Under 30 Asia—menyebut Master Rasa sebagai ruang apresiasi terhadap masakan Indonesia sekaligus kolaborasi kreatif untuk memperkaya ragam menu. “Melalui Master Rasa, kami ingin mengapresiasi kecintaan masyarakat terhadap masakan Indonesia dan membuka ruang kolaborasi kreatif untuk memperkaya menu Sambal Bakar Indonesia,” jelasnya.

Penilaian kompetisi dilakukan oleh tiga juri yang disebut berpengalaman di bidang kuliner, yakni Benjamin Master Adhisurya selaku owner Sambal Bakar Indonesia, Chef Norman Ismail yang telah berkecimpung di dunia kuliner selama 20 tahun, serta Chef Don Chino, salah seorang chef owner dari salah satu restoran seafood di Indonesia.

Adapun menu yang dicari adalah masakan asli Indonesia yang dinilai unik, otentik, dan memiliki cita rasa yang kuat. “Pemenang utama akan mendapatkan uang tunai Rp100 juta, dan menunya akan dijual di seluruh cabang Sambal Bakar Indonesia dengan sistem royalti,” tambah Benjamin.

Kompetisi ini juga membawa tagline “Dari dapur sederhana untuk nusantara” sebagai penegasan komitmen Sambal Bakar Indonesia untuk menghadirkan cita rasa rumahan ke panggung kuliner nasional.

Pelibatan konsumen, menurut perusahaan, bukan hal baru bagi Sambal Bakar Indonesia. Sejak awal berdiri, Benjamin yang awalnya dikenal sebagai TikTokers mengajak pengikutnya memberi masukan terkait ide bisnis makanan khas Indonesia. Respons positif dari para pengikut tersebut kemudian menjadi salah satu faktor yang melahirkan restoran ini.

Pendekatan partisipatif ini sejalan dengan temuan laporan IDN Indonesia Millennial dan Gen Z Report yang menyebut komunikasi satu arah dinilai tidak lagi efektif dalam strategi pemasaran. Studi IDN Media juga mencatat 68 persen Gen Z menggunakan TikTok Live untuk berinteraksi secara langsung, yang menunjukkan kebutuhan untuk didengar dan dilibatkan.

Di tengah hubungan brand dan konsumen yang kian cair, konsumen tidak lagi diposisikan semata sebagai pembeli, melainkan juga pihak yang dapat berkontribusi. Bagi pelaku usaha, keterlibatan seperti ini dapat menjadi cara membangun kedekatan yang lebih kuat dengan pelanggan.