KUDUS — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kudus menggelar penyuluhan kesehatan gizi bertema “Isi Piringku” dan penyuluhan kesehatan mental bertema “Kesadaran Diri” bagi warga binaan dan tahanan, Rabu (14/10). Kegiatan ini turut melibatkan tiga peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) sebagai bagian dari dukungan peningkatan pengetahuan dan kesadaran kesehatan di lingkungan rutan.
Dalam sesi gizi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menerapkan pola makan bergizi seimbang melalui konsep “Isi Piringku”. Materi tersebut menekankan keseimbangan porsi makanan pokok, lauk-pauk sebagai sumber protein, sayur-sayuran, dan buah-buahan.
Peserta juga diingatkan untuk menjaga kebersihan diri, mencukupi kebutuhan air putih, serta membiasakan pola hidup sehat dalam aktivitas sehari-hari.
Sementara itu, penyuluhan kesehatan mental mengangkat tema “Kesadaran Diri” yang bertujuan membantu warga binaan dan tahanan mengenali emosi, memahami pikiran, serta menyadari kekuatan dan keterbatasan diri. Melalui materi tersebut, peserta diajak memahami perasaan yang muncul dalam berbagai situasi, mengelola emosi secara positif, dan membangun sikap lebih tenang dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Perawat Rutan Kudus, Devi Timurni, menyampaikan bahwa kesehatan fisik dan mental merupakan dua aspek penting yang saling berkaitan dan perlu dijaga secara seimbang.
“Melalui penyuluhan ini, kami berharap warga binaan dan tahanan semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang melalui konsep Isi Piringku serta mampu meningkatkan kesadaran diri dalam mengenali dan mengelola emosi. Menjaga kesehatan tidak hanya tentang kondisi fisik, tetapi juga bagaimana kita memahami diri sendiri dan menjaga kesehatan mental,” ujar Devi Timurni.
Keterlibatan tiga peserta magang Kemenaker diharapkan dapat mendukung pelaksanaan edukasi kesehatan sekaligus memberi pengalaman belajar langsung dalam kegiatan pelayanan dan pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.
Melalui penyuluhan tersebut, Rutan Kudus berupaya meningkatkan kesadaran warga binaan dan tahanan tentang pentingnya pola hidup sehat, pemenuhan gizi seimbang, serta pengelolaan kesehatan mental. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kualitas kesehatan dan mendukung proses pembinaan.