JEMBER — Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menggelar program Street Food dengan memanfaatkan akses trotoar di sepanjang Jalan Kartini memicu protes warga. Sejumlah pihak menilai kebijakan tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat yang menuju fasilitas umum di kawasan itu.
Warga memperkirakan dampak akan dirasakan oleh jemaat Gereja Santo Yusuf, pasien dan keluarga pasien serta tenaga medis Klinik Panti Siwi, serta kegiatan belajar mengajar di SDK Maria Fatima, SMPN 1, dan SMKN 4.
Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, menyatakan mendukung program pemberdayaan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan pedagang kaki lima (PKL). Namun, ia menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak yang terdampak di sepanjang Jalan Kartini.
“Kita juga harus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak yang akan ditempati. Kita tahu di Jalan Kartini ada Gereja Santo Yusuf, Panti Siwi, dan sekolah,” kata Candra, Sabtu (6/12/2025).
Candra juga meminta Pemkab Jember mempertimbangkan alternatif penempatan PKL dan UMKM agar program tersebut tidak mengganggu jalannya peribadatan, kegiatan sekolah, maupun aktivitas di Panti Siwi.
Penolakan warga turut menguat di media sosial. Dalam beberapa waktu terakhir, beredar video salah satu warga yang menyampaikan kegelisahan dan meminta pemerintah bersikap bijak serta tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan terkait pelebaran trotoar di Jalan Kartini.
Selain itu, muncul petisi daring di situs Change.org bertajuk “Kaji Ulang Pelebaran Trotoar di Jalan Kartini, Jember”. Petisi yang dibuat pada 4 Desember 2025 tersebut, hingga Sabtu (6/12/2025) pukul 09.02 WIB, tercatat telah ditandatangani 989 orang.
Sementara itu, Pemkab Jember diketahui tengah melakukan pelebaran trotoar Jalan Kartini untuk mendukung program Street Food atau Jajanan Jalanan. Proyek ini dianggarkan Rp 2,7 miliar dari APBD Jember 2025.
Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Nurul Hafid Yasin, mengatakan pekerjaan yang dilakukan adalah membangun, mempercantik, dan memperlebar jalur pedestrian tahap satu di Jalan Kartini.
“Kami membangun, mempercantik, dan memperlebar jalur pedestrian tahap satu di wilayah Jalan Kartini, dari perempatan Polres ke utara, kurang lebih sepanjang 700 meter,” kata Nurul kepada wartawan, Jumat (5/12/2025).
Pelebaran pedestrian tersebut ditargetkan rampung pada 30 Desember 2025. “Namun, kami minta kalau bisa sebelum itu sudah selesai,” ujarnya.

