Ratusan tenaga honorer di Kabupaten Serang menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Bupati Serang, Rabu (15/1/2025). Mereka menuntut agar diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu.
Ketua PGRI Kabupaten Serang, Janjusi, mengatakan aksi tersebut merupakan ikhtiar para honorer untuk memperjuangkan masa depan. Ia menegaskan dukungan PGRI terhadap upaya peningkatan jenjang karier para honorer agar statusnya berubah menjadi PPPK.
Dalam orasinya, Janjusi mengingatkan agar aksi dilakukan secara santun dan bertanggung jawab. Ia menekankan pentingnya menjaga harkat dan martabat guru serta menolak tindakan anarkis.
“Karena kita adalah guru, pendidik dan tenaga kependidikan dan calon ASN yang insyaallah sebentar lagi dan harus diangkat sebagai ASN PPPK penuh waktu,” ujarnya.
Di lokasi aksi, anggota DPRD Kabupaten Serang, Usen, turut naik ke panggung untuk menyampaikan bahwa ia ingin menampung aspirasi tenaga honorer se-Kabupaten Serang. Ia mengaku memahami tuntutan agar honorer diangkat menjadi PPPK, namun menyebut perlu memperhatikan mekanisme dalam pemerintahan.
Usen, yang merupakan politisi Partai Gerindra, menyatakan Fraksi Gerindra mendukung pengangkatan honorer menjadi PPPK. Ia juga menyinggung adanya honorer yang telah mengajar selama 18 hingga 20 tahun namun belum diangkat.
Selain itu, Usen menyebut selama ini terdapat honorer guru yang menerima gaji sekitar Rp150 ribu, Rp200 ribu, Rp300 ribu, hingga paling besar Rp600 ribu. Menurutnya, kondisi tersebut tidak sebanding dengan masa pengabdian yang panjang.
Ia mengatakan akan mengawal aspirasi para honorer dan mendorong agar harapan mereka diperjuangkan. Usen bahkan menyebut keadaan honorer yang sudah lama mengabdi namun belum diangkat sebagai sesuatu yang tidak semestinya terjadi.

