BERITA TERKINI
Proyek Street Food Jember Disorot Warga, Permukaan Cobble Stone Dinilai Tak Nyaman

Proyek Street Food Jember Disorot Warga, Permukaan Cobble Stone Dinilai Tak Nyaman

JEMBER — Proyek Street Food yang dibangun di seputaran Jalan Kartini hingga Jalan Gatot Subroto, Kabupaten Jember, mendapat sorotan dari masyarakat. Proyek pendukung program kuliner yang menelan anggaran APBD hingga miliaran rupiah itu disebut mengadopsi konsep kawasan Malioboro di Yogyakarta dan direncanakan menjadi ikon baru Jember.

Namun, sejumlah warga menilai pelaksanaannya tidak sesuai harapan. Kondisi jalan yang kini menggunakan cobble stone atau material paving alami dari batuan seperti granit, basal, atau andesit dinilai tidak rata dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Bp, salah seorang warga, mengaku tidak nyaman saat melintas di Jalan Kartini menuju arah alun-alun Jember. Ia membandingkan permukaan jalan tersebut dengan jalan bergelombang di pedesaan. “Saat kita lewat jalan yang awalnya jalan aspal kemudian diganti jalan granit itu, kita seperti berjalan di jalan bebatuan atau jalan makadam desa,” ujarnya.

Menurut Bp, di beberapa titik permukaan jalan terlihat bergelombang. Ia menilai kondisi itu jauh dari kesan eksotik yang diharapkan dari sebuah ikon kota. “Tidak ada seninya sama sekali, bahkan kalau tidak hati-hati para pengguna jalan kaki akan rawan tersandung,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Sl, warga di sekitar Jalan Gatot Subroto. Ia mengaku terkejut dengan besaran dana pembangunan cobble stone yang dinilainya mahal. Sl menyebut melihat informasi pada papan proyek yang mencantumkan nilai sekitar Rp1,2 miliar, sementara panjang pengerjaan menurutnya tidak sampai 500 meter.

“Saya lihat di papan proyek pembangunan cobble stone sangat besar sekali, sekitar Rp1,2 miliar. Padahal panjangnya tidak sampai 500 meter, dan batu yang terpasang sepertinya dikerjakan asal-asalan dan tidak rapi,” ujarnya.

Sl juga mempertanyakan penerimaan hasil pemasangan batu granit tersebut. “Apakah memang seperti itu konsepnya, anehnya meski sepertinya dikerjakan asal-asalan, justru pihak dinas menerima saja pemasangan batu granit yang menurut saya tidak ada seninya sama sekali itu,” katanya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, proyek pembangunan cobble stone di Jalan Kartini dikerjakan oleh PT Candra Dimuka dengan menggunakan anggaran APBD tahun 2026 sebesar Rp1,278 miliar.