BERITA TERKINI
Batu Street Food Festival 2026 Digelar Mandiri, Wali Kota Dorong Didaftarkan sebagai Kekayaan Intelektual

Batu Street Food Festival 2026 Digelar Mandiri, Wali Kota Dorong Didaftarkan sebagai Kekayaan Intelektual

BATU – Batu Street Food Festival (BSFF) kembali digelar pada 2026 dengan sejumlah pembeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Festival kuliner yang masuk agenda Kota Batu ini diselenggarakan secara mandiri oleh pelaku usaha tanpa dukungan anggaran dari APBD.

BSFF 2026 resmi dibuka di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Kamis (17/9/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu (19/9/2026) tersebut melibatkan 40 tenant dari anggota Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu serta sponsor.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menilai kemandirian penyelenggaraan BSFF menjadi gambaran bagaimana pelaku usaha tetap menjaga aktivitas ekonomi sekaligus promosi pariwisata di berbagai kondisi. Ia menyebut peran PHRI menonjol karena mampu menyelenggarakan kegiatan tanpa dukungan APBD.

Menurut Onny, keberlanjutan BSFF tidak hanya soal mempertahankan sebuah festival, tetapi juga menunjukkan keterlibatan langsung sektor usaha dalam mempromosikan potensi Kota Batu, termasuk gastronominya.

BSFF #9 mengusung tema “Sae Rasane Sae Suasanane”. Puluhan tenant menyajikan beragam pilihan, mulai makanan berat, makanan ringan, minuman, hingga produk bakery.

Ketua Panitia BSFF 2026, Agus Lukyanto, mengatakan konsep tahun ini tidak hanya menonjolkan rasa makanan, tetapi juga menghadirkan atmosfer Kota Wisata Batu ke dalam festival. Selama tiga hari pelaksanaan, pengunjung juga disuguhi pertunjukan seni dan budaya yang memadukan kreativitas dengan hiburan.

Agus mengajak masyarakat memanfaatkan momentum BSFF untuk menikmati ragam kuliner sekaligus suasana Kota Batu selama pelaksanaan pada 17–19 September.

Sementara itu, Wali Kota Batu, Nurochman, menilai perjalanan BSFF selama sembilan tahun menjadi modal penting untuk membangun identitas festival. Ia mendorong agar BSFF tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan segera didaftarkan sebagai kekayaan intelektual (intellectual property/IP) agar dapat dikembangkan dan dipromosikan lebih luas.

Nurochman juga mengaitkan BSFF dengan upaya Kota Batu menuju kota kreatif bidang gastronomi. Menurutnya, pengembangan gastronomi tidak sebatas menyajikan makanan, tetapi juga mencakup nilai sejarah dan identitas di balik kuliner khas daerah yang perlu digali dan dikembangkan.

Pelaksanaan BSFF tahun ini bertepatan dengan Rembug Paripurna KTNA Nasional 2026 yang juga berlangsung di Kota Batu. Dinas Pariwisata berharap dua agenda tersebut dapat menambah aktivitas bagi wisatawan selama berada di Kota Batu dan menarik minat pengunjung yang datang pada periode yang sama.