Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) menggelar Protein Walk 2026 di Taman Wisata Wiladatika, Cibubur, Sabtu (24/10), untuk mengampanyekan pentingnya asupan protein hewani sekaligus mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 ASOHI yang jatuh pada 25 Oktober 2026. Selain jalan sehat, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pengurus dan anggota ASOHI, pemerintah, serta para pemangku kepentingan di bidang peternakan dan kesehatan hewan.
Ketua Umum ASOHI, drh. A. Harris Priyadi, mengatakan Protein Walk 2026 dikemas dengan memadukan aktivitas fisik dan edukasi gizi agar pesan hidup sehat lebih mudah diterima masyarakat. Ia menyebut, pada perayaan HUT ASOHI sebelumnya, kegiatan yang dilakukan umumnya berupa pembagian telur kepada masyarakat, termasuk oleh cabang-cabang ASOHI di berbagai daerah.
“Namun, kali ini di Jakarta kami memilih memberikan edukasi melalui talkshow tentang pentingnya mengonsumsi telur dan daging ayam,” ujar Harris saat ditemui di lokasi kegiatan.
Menurut Harris, edukasi diperlukan untuk meluruskan berbagai informasi keliru atau hoaks terkait konsumsi telur. Karena itu, ASOHI menghadirkan pakar gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, guna memberikan pemahaman mengenai pentingnya protein hewani sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa telur dan daging ayam merupakan sumber protein yang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Dengan edukasi yang tepat, masyarakat diharapkan tidak mudah percaya pada informasi yang belum tentu benar,” katanya.
Harris menambahkan, pemilihan format jalan sehat dimaksudkan agar kampanye gizi seimbang berjalan beriringan dengan ajakan untuk aktif bergerak. ASOHI ingin menanamkan pemahaman bahwa kesehatan perlu dijaga melalui kombinasi pola makan yang baik dan aktivitas fisik teratur.
Acara ini dihadiri anggota ASOHI dari berbagai daerah, perwakilan asosiasi terkait, serta unsur pemerintah, termasuk Kementerian Pertanian dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sebelumnya, ASOHI juga menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang diikuti perwakilan cabang dari 17 provinsi.
Memasuki usia ke-47, ASOHI berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya protein hewani meningkat. Harris menilai edukasi mengenai gizi seimbang perlu terus diperkuat agar masyarakat tidak hanya berfokus pada konsumsi karbohidrat, tetapi juga memenuhi kebutuhan protein dan zat gizi lainnya.
“Harapan kami, pada usia ASOHI yang ke-47 ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya asupan protein. Selama ini, konsumsi masyarakat masih banyak didominasi karbohidrat. Ini yang ingin kami ubah secara bertahap melalui edukasi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan gizi untuk mendukung perbaikan kualitas sumber daya manusia, termasuk pencegahan stunting. Menurutnya, pemahaman tentang gizi seimbang perlu dibangun bersama dan diterapkan dalam kebiasaan makan sehari-hari.
Di sisi lain, kampanye konsumsi protein hewani juga dikaitkan dengan keberlangsungan industri peternakan nasional. Sebagai organisasi di bidang obat hewan, ASOHI menyatakan memiliki perhatian terhadap kesehatan hewan dan keberlanjutan usaha peternakan yang berperan dalam penyediaan pangan asal hewan.
Harris mengakui industri peternakan menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, ASOHI ingin berkontribusi melalui edukasi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan konsumsi produk peternakan, terutama telur dan daging ayam.
“Kami ingin ikut mendukung industri peternakan agar kembali bergairah. Salah satu caranya melalui edukasi dan mendorong masyarakat mengonsumsi telur serta daging ayam. Jika permintaan meningkat, diharapkan industri peternakan di Tanah Air juga semakin berkembang,” tuturnya.