BERITA TERKINI
Pola Makan Bergizi sebagai Dukungan Selama Pengobatan Kanker, Ini Pilihan Makanan Harian

Pola Makan Bergizi sebagai Dukungan Selama Pengobatan Kanker, Ini Pilihan Makanan Harian

Pola makan bergizi dapat menjadi salah satu faktor pendukung bagi pasien kanker selama menjalani pengobatan. Hal itu disampaikan Dr. William Li dalam tayangan di kanal YouTube miliknya yang dikutip pada Rabu, 4 November 2026. Ia menjelaskan bahwa sejumlah makanan mengandung zat gizi dan senyawa alami yang berperan dalam membantu menjaga fungsi tubuh.

Meski demikian, Dr. Li menekankan bahwa makanan tidak dapat menggantikan kemoterapi, radioterapi, operasi, maupun pengobatan lain yang direkomendasikan dokter. Pola makan sehat lebih tepat dipahami sebagai bagian dari perawatan pendukung untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dan menjaga kondisi tubuh selama terapi.

Salah satu hal yang disoroti adalah pembatasan konsumsi daging olahan. Daging olahan seperti sosis, bacon, dan daging deli disebut sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering. Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) menggolongkan daging olahan sebagai karsinogen Grup 1, yang berarti terdapat bukti kuat bahwa konsumsinya dapat menyebabkan kanker pada manusia, khususnya kanker kolorektal.

Selain itu, daging yang dimasak pada suhu sangat tinggi hingga gosong dapat menghasilkan senyawa seperti polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH) dan heterocyclic amines (HCA). Karena itu, disarankan menghindari bagian makanan yang hangus serta memilih metode memasak yang lebih sehat.

Dalam pembahasannya, Dr. Li juga menguraikan lima sistem pertahanan alami tubuh yang berperan dalam menjaga kesehatan. Kelimanya meliputi angiogenesis atau proses pembentukan pembuluh darah baru yang dibutuhkan jaringan tubuh namun juga dapat dimanfaatkan tumor untuk memperoleh suplai darah; regenerasi atau kemampuan tubuh memperbaiki dan mengganti sel atau jaringan yang rusak; mikrobioma usus yang merupakan kumpulan mikroorganisme di saluran pencernaan dan berperan dalam pencernaan serta fungsi kekebalan; perbaikan DNA sebagai mekanisme sel untuk memperbaiki kerusakan materi genetik; serta sistem imun dan inflamasi yang membantu tubuh mengenali ancaman dan mengatur respons peradangan.

Menurut penjelasan tersebut, makanan bergizi dapat membantu mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan. Namun, belum ada bukti bahwa makanan tertentu dapat mengaktifkan kelima sistem itu dengan cara yang terbukti mampu menghentikan atau menyembuhkan kanker.

Sejumlah bahan makanan yang disebut dalam video antara lain kedelai, tomat, teh hijau, kopi, ikan berlemak, buah beri, serta sayuran keluarga Brassica seperti brokoli dan kale. Bahan-bahan itu mengandung berbagai zat gizi dan senyawa tumbuhan. Tomat, misalnya, mengandung likopen; ikan berlemak menyediakan asam lemak omega-3; sedangkan brokoli dan kale mengandung serat serta vitamin.

Dr. Li menyampaikan bahwa mengonsumsi bahan-bahan tersebut sebagai bagian dari pola makan yang beragam dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi. Namun, klaim bahwa makanan tertentu dapat memutus suplai darah ke tumor pada manusia disebut belum dapat dijadikan dasar pengobatan kanker.

Pilihan lain yang turut dibahas adalah kentang ungu, teh hijau, dan kacang-kacangan. Kentang ungu mengandung antosianin, pigmen alami yang memiliki aktivitas antioksidan. Teh hijau mengandung katekin, sementara kacang-kacangan seperti kenari menyediakan lemak tak jenuh, serat, dan sejumlah mineral.

Berbagai senyawa tersebut masih diteliti terkait mekanisme kesehatan, termasuk proses yang berhubungan dengan perkembangan sel kanker. Namun, Dr. Li mengingatkan bahwa hasil penelitian laboratorium tidak otomatis membuktikan bahwa mengonsumsi bahan makanan tertentu dapat membunuh sel kanker di dalam tubuh manusia.