BERITA TERKINI
Pilihan Pengobatan Cacar Api: Antivirus, Pereda Nyeri, hingga Perawatan Rumahan

Pilihan Pengobatan Cacar Api: Antivirus, Pereda Nyeri, hingga Perawatan Rumahan

Herpes zoster atau cacar api terjadi ketika virus penyebab cacar air kembali aktif di dalam tubuh. Kondisi ini biasanya ditandai bintil pada kulit yang terasa panas dan nyeri, sehingga dapat mengganggu aktivitas. Karena itu, penanganan cacar api umumnya berfokus pada menekan infeksi virus, meredakan nyeri, serta mencegah komplikasi.

Antivirus sebagai terapi utama

Karena termasuk infeksi virus, obat antivirus menjadi lini pertama untuk membantu mempersingkat masa infeksi virus Varicella-zoster. Ketika perkembangan virus terkendali, gejala cacar api biasanya ikut mereda. Beberapa antivirus yang umum diresepkan dokter antara lain:

1. Acyclovir
Acyclovir dapat diberikan dalam bentuk pil, injeksi, maupun topikal. Obat ini tidak membunuh virus sepenuhnya, namun dapat menghentikan laju infeksi. Pengobatan biasanya berlangsung 5–7 hari dan dinilai lebih efektif bila dosis pertama diberikan dalam 72 jam setelah ruam muncul. Meski diberikan setelahnya, acyclovir tetap dapat membantu mempercepat ruam mengering dan tidak lagi menular, sekaligus mengurangi nyeri dan peradangan.

2. Valaciclovir
Menurut Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), penggunaan valacyclovir untuk herpes zoster umumnya berlangsung selama tujuh hari, dengan tambahan dua hari bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Obat ini bekerja lebih baik bila diberikan 48–72 jam setelah ruam muncul. Valacyclovir tidak menghilangkan virus dari tubuh, tetapi dapat membantu meredakan rasa sakit dan ketidaknyamanan selama masa infeksi.

3. Famciclovir
Famciclovir juga dapat diresepkan untuk cacar api. Seperti antivirus lainnya, obat ini tidak menyembuhkan herpes zoster sepenuhnya, tetapi membantu mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan, serta mempercepat penyembuhan luka.

Acyclovir, valacyclovir, dan famciclovir hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. Penggunaan obat ini tidak disarankan dilakukan sembarangan, termasuk memakai dosis milik orang lain. Dosis dan aturan pakai perlu mengikuti anjuran dokter.

Obat untuk mengatasi nyeri dan mencegah komplikasi

Nyeri cacar api yang tidak tertangani dapat berujung pada komplikasi bernama post herpetic neuralgia (PHN), yaitu nyeri kronis akibat kerusakan saraf setelah reaktivasi virus. PHN dapat berlangsung berbulan-bulan bahkan menahun. Untuk mencegah dan mengendalikan nyeri, dokter dapat meresepkan beberapa jenis obat berikut.

1. Analgesik
Untuk nyeri ringan, dokter biasanya menyarankan analgesik yang bisa dibeli tanpa resep, seperti losion calamine untuk membantu mempercepat kesembuhan ruam dan mengurangi perih, krim capsaicin dari ekstrak cabai untuk mengurangi nyeri, lidocaine yang ditempel pada area nyeri dengan efek hingga sekitar 12 jam, serta acetaminophen atau ibuprofen.

Jika nyeri lebih intens, dokter dapat mempertimbangkan kombinasi dengan obat pereda nyeri yang lebih kuat seperti codeine, hydrocodone, atau oxycodone. Penggunaan obat-obat ini perlu menyesuaikan dosis sesuai resep dokter.

2. Antidepresan trisiklik
Pada kasus PHN, pasien dapat diberikan antidepresan trisiklik dalam dosis kecil. Obat ini bekerja dengan memengaruhi neurotransmiter yang menghantarkan rangsangan nyeri ke otak, seperti serotonin dan norepinephrine. Jenis yang dapat digunakan antara lain desipramine, amitriptyline, nortriptyline, dan imipramine. Efek samping yang mungkin muncul meliputi kantuk dan lemas, mulut kering, serta penglihatan kabur.

3. Antikonvulsan
Meski umumnya digunakan untuk mencegah dan mengatasi kejang, beberapa penelitian menyebut antikonvulsan dapat diresepkan untuk nyeri akibat PHN. Obat ini membantu memperbaiki gangguan sinyal listrik pada saraf yang rusak. Jenis yang mungkin digunakan antara lain gabapentin, pregabalin, phenytoin, dan carbamazepine. Pada sebagian orang, antikonvulsan dapat menimbulkan kantuk, penurunan konsentrasi, rasa gelisah, dan pembengkakan pada kaki.

Perawatan rumahan untuk membantu pemulihan

Keluhan seperti gatal, nyeri, kesemutan, hingga kebas pada herpes zoster dapat bertahan lebih lama dibandingkan cacar air. Karena itu, dokter biasanya juga menyarankan perawatan rumahan untuk mendukung pemulihan. Sejumlah cara yang kerap digunakan untuk membantu mengurangi gatal antara lain kompres air dingin, mandi oatmeal, salep soda kue, teh chamomile, hingga madu.

Untuk mengurangi rasa tidak nyaman, beberapa langkah juga dapat dilakukan, seperti mengalihkan perhatian dengan aktivitas yang disukai (misalnya membaca atau menonton TV), menghindari stres karena dapat memperparah nyeri, menggunakan pakaian longgar berbahan katun atau linen, tidak menggaruk lenting meski terasa gatal, serta mencuci tangan sebelum menyentuh kulit.