BERITA TERKINI
Pesanan F&B di Tokopedia dan TikTok Shop Tumbuh Hampir 95% pada Semester I 2026

Pesanan F&B di Tokopedia dan TikTok Shop Tumbuh Hampir 95% pada Semester I 2026

Aktivitas perdagangan makanan dan minuman (F&B) melalui kanal digital terus menunjukkan peningkatan seiring perubahan perilaku konsumen dalam mencari informasi dan membeli produk kuliner. Pada semester I 2026, jumlah pelaku usaha F&B yang menjual produknya melalui Tokopedia dan TikTok Shop tercatat naik 184% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara jumlah pesanan tumbuh hampir 95%.

Commercial Partnership TikTok SEA, Fadlia Hifzia, mengatakan kenaikan permintaan berjalan seiring dengan bertambahnya pelaku usaha yang memanfaatkan platform digital untuk mengembangkan bisnis. “Pertumbuhan permintaan itu berjalan dengan bertambahnya pelaku usaha,” ujar Fadlia dalam talkshow TikTok Food Fest 2026 di Jakarta, Senin (15/9/2026).

Perubahan perilaku konsumen disebut menjadi salah satu faktor pendorong. Masyarakat semakin menggunakan platform digital untuk mencari informasi sebelum menentukan makanan yang akan dimasak, dibeli, maupun tempat makan yang akan dikunjungi.

Data internal TikTok menunjukkan konten terkait kuliner tumbuh 52% sepanjang 2025. Hingga September 2026, sejumlah tagar kuliner juga telah menghasilkan lebih dari 8 juta unggahan video.

Peningkatan aktivitas digital ini membuka peluang bagi pelaku usaha F&B untuk memperluas jangkauan pasar. Salah satu contoh yang disampaikan adalah Cimol Bojot AA. Pemilik usaha tersebut mengatakan bisnis yang sebelumnya berfokus pada pasar lokal di Bandung mulai berkembang setelah serius memanfaatkan berbagai fitur dalam ekosistem TikTok.

“Dulu mungkin Cimol Bojot AA lokal ya, kita mimpinya lokal aja, Bandung aja cukup. Pas kita serius di TikTok, Alhamdulillah kita bisa buka di berbagai kota di Indonesia,” ujarnya.

Saat ini Cimol Bojot AA disebut telah hadir di lima kota dan melibatkan sekitar 1.200 orang dalam jaringan usahanya di Indonesia. Pelaku usaha tersebut juga menargetkan ekspansi ke lebih banyak kota pada tahun depan.

Pemilik Cimol Bojot AA turut menyampaikan dampak keterlibatan dalam Food Fest 2025 terhadap kunjungan pelanggan ke gerai. Setelah kegiatan tersebut, trafik gerai disebut meningkat dan pelanggan lama kembali datang. “Setelah event ini, setelah TikTok Food ini, trafik di outlet jauh lebih besar. Secara offline-nya juga,” ujarnya.

Kenaikan transaksi dan bertambahnya pelaku usaha menjadi konteks penyelenggaraan kembali TikTok Food Fest pada 2026. Memasuki tahun ketiga, kegiatan ini mempertemukan kreator, pelaku usaha, dan komunitas kuliner dengan tema “Every Ingredient Tells a Story”.

Rangkaian Food Fest berlangsung sejak Juli 2026 dan akan mencapai puncaknya melalui festival luring pada 26–27 September 2026 di Hutan Kota GBK, Jakarta. Lebih dari 40 pelaku usaha F&B dijadwalkan terlibat dalam kegiatan tersebut.

Selain aktivitas kuliner, Food Fest 2026 juga membawa program Makan Dengan Makna yang mengajak pengunjung mengenal pilihan makanan yang lebih sehat sekaligus mendukung donasi kepada Foodbank of Indonesia. TikTok menargetkan donasi mencapai Rp1 miliar melalui rangkaian aktivitas tersebut.

Pertumbuhan transaksi dan jumlah pelaku usaha ini menunjukkan peran kanal digital yang kian penting dalam rantai perdagangan F&B, mulai dari tahap konsumen mencari informasi hingga melakukan pembelian. Di sisi lain, perubahan ini membuka ruang perluasan pasar bagi pelaku usaha di luar wilayah operasional konvensional, sekaligus meningkatkan persaingan untuk menarik perhatian konsumen di ruang digital.