BERITA TERKINI
Pencegahan Stunting Ditekankan lewat 10 Pesan Gizi Seimbang dan PHBS, Dimulai Sejak Remaja

Pencegahan Stunting Ditekankan lewat 10 Pesan Gizi Seimbang dan PHBS, Dimulai Sejak Remaja

MAKASSAR — Upaya pencegahan stunting tidak hanya menitikberatkan pada pemenuhan asupan makanan, tetapi juga perlu mengintegrasikan penerapan 10 Pesan Gizi Seimbang dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kampanye ini menekankan pentingnya konsumsi makanan beragam, termasuk makanan pokok, lauk-pauk tinggi protein, serta sayur dan buah.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Nurseha, menyampaikan bahwa pencegahan stunting melalui gizi seimbang mencakup 10 indikator utama. Karena persoalannya kompleks, upaya pencegahan disebut perlu dilakukan sedini mungkin, termasuk dimulai sejak masa remaja.

“Pesan gizi seimbang itu sebenarnya sangat simple. Jadi, ada 10 pesan gizi seimbang dan ini sebenarnya untuk semuanya,” ujar Andi Nurseha dalam program Indonesia Cerdas pada Jumat, 8 Mei 2026.

Pesan pertama adalah menikmati dan mensyukuri beragam makanan. Menurutnya, tidak ada satu jenis makanan yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan zat gizi tubuh secara sempurna. Ia mencontohkan, sumber protein tidak hanya berasal dari ikan, daging, atau ayam, tetapi juga dapat dari tempe. “Kita tidak usah memilih-milih makanan. Ya, contoh misalnya tempe itu kayak protein. Jadi, bagaimana kita mengajarkan anak-anak bahwa selain ikan, selain daging, selain ayam itu tempe juga enak,” katanya.

Pesan kedua, memperbanyak makan sayuran dan mencukupi konsumsi buah-buahan. Keduanya dinilai penting sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat untuk membantu mencegah penyakit serta menjaga metabolisme. Ia juga menyoroti kebiasaan remaja yang masih rendah dalam konsumsi sayur dan buah. “Nah, kalau berdasarkan survei WHO, anak remaja yang tidak konsumsi sayur dan buah itu 93, sekian persen. Jadi, bayangkan ini adalah PR-nya kita semua sehingga harus kita mengkampanikan, ayo dong anak-anak kita membiasakan makan sayur dan buah,” ungkapnya.

Pesan ketiga adalah membiasakan konsumsi lauk-pauk yang mengandung protein tinggi. Pesan keempat, membiasakan mengonsumsi aneka ragam makanan pokok agar tidak bergantung pada satu jenis karbohidrat. Ia menyebut pilihan karbohidrat dapat bervariasi, seperti ubi, jagung, singkong, atau kentang.

Pesan kelima, membatasi konsumsi pangan manis, asin, dan berlemak. Andi Nurseha menilai hal ini menjadi tantangan bagi orang tua karena banyaknya pilihan jajanan dan minuman manis. Namun, ia menekankan pentingnya membatasi frekuensi konsumsi. “Tinggal bagaimana kita bisa mengajak anak-anak kita untuk bolehlah sekali-sekali tapi jangan sering-sering,” ujarnya.

Pesan keenam adalah membiasakan sarapan. Pesan ketujuh, membiasakan minum air putih yang cukup dan aman. Pesan kedelapan, membiasakan membaca label pada kemasan, termasuk memperhatikan masa kedaluwarsa. “Ini penting sekali, label pada kemasan, karena tentunya warning buat kita untuk mengawasi diri kita sendiri, bahwa ada masa expire, yang tentunya perlu kita lihat,” lanjutnya.

Pesan kesembilan adalah mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. Pesan kesepuluh, melakukan aktivitas fisik yang cukup dan mempertahankan berat badan ideal. Ia menilai kebiasaan aktivitas fisik pada remaja masih menjadi pekerjaan rumah bersama. “Jadi, aktivitas fisik, nah, ini yang kadang, ya, anak-anak remaja kita itu, aduh, bangun, bangun olahraga, aduh, malas, seperti itu. Jadi, ini yang PR-nya kita semua untuk mengajak anak-anak remaja kita untuk, ayo, olahraga, karena sebenarnya aktivitas fisik itu bukan cuma olahraga,” tutupnya.