BERITA TERKINI
Pemkot Sorong Salurkan 120 Paket Makanan Bergizi untuk Cegah Stunting di Sorong Utara

Pemkot Sorong Salurkan 120 Paket Makanan Bergizi untuk Cegah Stunting di Sorong Utara

Pemerintah Kota Sorong, Papua Barat Daya, menyalurkan 120 paket makanan bergizi kepada bayi, balita, dan ibu hamil sebagai upaya mendukung pemenuhan gizi serta mencegah stunting.

Wali Kota Sorong Septinus Lobat mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah menjaga kualitas kesehatan bayi, balita, dan ibu hamil. Bantuan yang disalurkan terdiri atas 100 paket untuk bayi dan balita serta 20 paket untuk ibu hamil di Distrik Sorong Utara. Penyaluran dilakukan setelah peresmian dua posyandu baru di distrik tersebut, Kamis.

Menurut Lobat, pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia balita menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mencegah stunting. Ia menekankan bahwa pelayanan kesehatan perlu dimulai sejak anak masih dalam kandungan melalui pemantauan kesehatan ibu hamil, pemenuhan gizi, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, Pemkot Sorong juga menghadirkan dua unit Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Integrasi Layanan Primer (ILP), yakni Posyandu Teratai dan Posyandu Srikandi, di Distrik Sorong Utara. Lobat menyebut kehadiran posyandu tersebut diharapkan dapat menekan stunting dan meningkatkan derajat kesehatan warga Malasilen.

Ia menjelaskan, Posyandu ILP tidak lagi hanya berfokus pada penimbangan balita, melainkan menjadi pusat pelayanan kesehatan dasar bagi seluruh kelompok usia, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, remaja, hingga lanjut usia. Penguatan layanan posyandu ini, kata Lobat, sejalan dengan misi pembangunan Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif yang memerlukan keterlibatan pemerintah dan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Sorong Jemima Elisabeth Lobat menyatakan peresmian dua posyandu tersebut menambah jumlah posyandu di Kota Sorong dari 118 menjadi 120 unit. Ia menyebut posyandu berperan dalam memantau tumbuh kembang anak, memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, ibu nifas, dan ibu menyusui, melaksanakan imunisasi, serta memantau status gizi masyarakat.

Selain layanan kesehatan, posyandu juga menjadi sarana edukasi mengenai pola asuh anak, gizi seimbang, dan perilaku hidup bersih dan sehat. Jemima menambahkan, posyandu mendukung deteksi dini stunting, gizi kurang, keterlambatan tumbuh kembang anak, anemia pada ibu hamil, serta berbagai faktor risiko kesehatan lainnya.

Ia mendorong masyarakat memanfaatkan posyandu secara optimal agar pemantauan kesehatan dapat dilakukan secara rutin dan potensi masalah kesehatan bisa diketahui lebih dini. Melalui penguatan Posyandu ILP, ia berharap akses pelayanan kesehatan dasar semakin dekat dengan masyarakat sehingga upaya peningkatan gizi ibu dan anak serta pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif.