BERITA TERKINI
Pemkab Kupang Perkuat Edukasi Gizi di Sekolah untuk Optimalkan Program MBG dan Cegah Stunting

Pemkab Kupang Perkuat Edukasi Gizi di Sekolah untuk Optimalkan Program MBG dan Cegah Stunting

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengoptimalkan manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memperkuat edukasi gizi di satuan pendidikan. Langkah ini diarahkan untuk mendukung pemenuhan gizi anak sekaligus mencegah stunting.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kupang, Mateldius Sanam, mengatakan Program MBG tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar. Program tersebut juga diharapkan membangun kebiasaan hidup sehat melalui edukasi gizi di sekolah.

Mateldius menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkualitas harus didukung pemenuhan gizi anak sejak dini. Ia merujuk pada Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang mencatat prevalensi stunting di Kabupaten Kupang pada 2024 mencapai 39,5 persen. Menurutnya, kondisi itu membutuhkan perhatian dan langkah nyata dari seluruh pihak.

Dalam pelaksanaan Program MBG, Mateldius mengingatkan pentingnya memperhatikan keamanan pangan, kebersihan, dan sanitasi. Ia menegaskan pengelolaan makanan, mulai dari penyimpanan hingga distribusi kepada peserta didik, perlu mengikuti prosedur operasional standar agar makanan yang diberikan aman dan layak dikonsumsi.

Ia juga meminta kepala sekolah dan guru berperan aktif mengawasi distribusi makanan, memantau pertumbuhan anak, serta mengintegrasikan edukasi gizi seimbang dalam kegiatan pembelajaran.

Penguatan kapasitas pelaksana program dilakukan melalui Pelatihan Panduan Teknis Penyelenggaraan Implementasi Program MBG dan Edukasi Gizi di Satuan Pendidikan Kabupaten Kupang Tahun 2026. Pelatihan selama tiga hari itu diikuti peserta dari 25 PAUD dan 19 SD sasaran.

Materi pelatihan mencakup tata kelola MBG, keamanan pangan, higiene dan sanitasi, pemantauan pertumbuhan anak, pelaporan digital, serta edukasi gizi seimbang. Mateldius meminta peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan aktif berdiskusi dengan fasilitator agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan di sekolah.

Mateldius turut mengapresiasi kolaborasi UNICEF, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) NTT, serta Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTT dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Nutrition Officer UNICEF NTT, Hai Ragalawa, menyampaikan pemberian makanan bergizi perlu disertai edukasi agar anak-anak memahami pentingnya gizi bagi pertumbuhan dan kesehatan. Ia juga menekankan peran guru PAUD dan SD dalam membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini, termasuk mengenalkan pemanfaatan pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.

Melalui pelatihan tersebut, para tenaga pendidik diharapkan mampu mendukung pelaksanaan Program MBG sekaligus memperkuat edukasi gizi di sekolah guna meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan anak-anak di Kabupaten Kupang.