Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengebut proyek penataan kawasan Street Food Kartini di Jalan RA Kartini. Kawasan di pusat kota itu dirancang menjadi destinasi wisata kuliner terpadu dengan konsep yang mengadopsi Malioboro, Yogyakarta.
Proyek strategis tersebut ditargetkan rampung dan siap diresmikan pada Desember mendatang. Saat ini, progres fisik pembangunan disebut baru mencapai sekitar 25 persen.
Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) menyatakan optimistis kawasan tersebut akan menjadi ikon baru Jember. Menurutnya, Street Food Kartini akan mengintegrasikan aktivitas ekonomi pelaku UMKM, jalur pedestrian yang estetis, Stasiun KA Jember, hingga terhubung ke Alun-Alun kota.
“Desember nanti harus diresmikan. Ini akan jadi pusat keramaian baru yang memadukan sentra kuliner, spot foto, hingga panggung hiburan berkala untuk kesenian lokal,” ujar Gus Fawait saat melakukan inspeksi mendadak di lokasi pembangunan.
Menanggapi kekhawatiran publik terkait dampak sosial, Gus Fawait menyampaikan penataan pedagang kaki lima dan UMKM akan dilakukan tanpa merugikan warga sekitar. Ia menyebut para PKL akan difasilitasi melalui model penataan yang lebih modern dan rapi.
“Semua terintegrasi. Ini satu kesatuan destinasi wisata kota yang mandiri dan terpadu,” katanya.

