Di kawasan jalan pejalan kaki dan pasar makanan malam Hai Phong, cara bertransaksi pelan-pelan berubah. Jika dulu penjual harus menyiapkan uang kembalian dalam jumlah besar dan pembeli sibuk mencari uang tunai di tengah keramaian, kini transaksi bisa diselesaikan dalam hitungan detik lewat ponsel pintar dan kode QR yang dipasang di kios.
Untuk makanan dengan harga relatif terjangkau, pembayaran digital dinilai lebih praktis. Pelanggan cukup memilih makanan, memindai kode, mengonfirmasi pembayaran, lalu melanjutkan aktivitas menikmati suasana malam. Di sisi lain, penjual menerima pemberitahuan transaksi tanpa perlu menghitung uang, menukar pecahan, atau menyiapkan kembalian.
Nguyen Hong Nhung, warga Kelurahan An Bien, mengatakan ia menggunakan transfer untuk hampir semua pembelian, termasuk yang kecil, tanpa dikenai biaya. Menurutnya, memindai kode QR memudahkan karena ia tidak perlu khawatir membawa uang tunai saat berbelanja.
Bagi pemilik usaha, perubahan ini bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga pengelolaan penjualan. Nguyen Thao My, pemilik warung Roti Pedas & Dessert Kelapa Co My, menuturkan bahwa sebelumnya proses menyiapkan uang kembalian dan menghitung transaksi menyita waktu, terutama saat jam ramai. Dengan pembayaran QR, transaksi menjadi lebih nyaman dan pencatatan pendapatan harian lebih jelas. Ia menyebut metode tanpa uang tunai membantunya menghemat waktu dan mengelola penjualan harian dengan lebih baik.
Dari perspektif penjual, transaksi elektronik yang tercatat dalam rekening juga mempermudah pengelolaan arus kas. Bagi usaha kecil yang selama ini terbiasa dengan transaksi tunai, peralihan bertahap ke lingkungan digital dinilai membawa perubahan yang signifikan.
Di lokasi yang padat seperti jalan pejalan kaki, kecepatan pembayaran menjadi faktor penting. Transaksi yang lebih cepat dapat mengurangi waktu tunggu dan meminimalkan kemacetan di kios-kios saat jam sibuk. Dampaknya, pengunjung—baik warga lokal maupun wisatawan—memiliki lebih banyak waktu untuk menikmati makanan, menyaksikan pertunjukan seni, dan merasakan kehidupan malam yang semarak.
Seiring kebutuhan nyata dari pembeli dan penjual, pembayaran digital mulai diterapkan tanpa mengubah besar-besaran cara berjualan. Cukup dengan memasang kode QR, pelaku usaha dapat mengakses metode transaksi baru dan membentuk kebiasaan pengelolaan penjualan di platform digital. Langkah ini juga disebut berkontribusi membangun citra kawasan pejalan kaki dan kuliner malam Hai Phong yang lebih modern, ketika pengalaman kuliner semakin terkait dengan fasilitas digital.
Transformasi digital tidak berhenti pada pembayaran. Hai Phong juga mengembangkan Peta Makanan Digital yang memperluas digitalisasi ke seluruh rantai makanan. Data dikumpulkan dan diperbarui dari berbagai departemen, lembaga, dan daerah untuk membangun peta tersebut bekerja sama dengan Foody Joint Stock Company. Fokusnya mencakup produksi makanan dan tempat usaha, produk OCOP, lokasi layanan makanan, serta titik-titik yang melayani Hai Phong Foodtours.
Pada tahap awal penyusunan Peta Makanan Digital, Departemen Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata menyediakan data yang mencakup 18 unit yang memproduksi dan memperdagangkan produk industri pedesaan khas; 219 bisnis makanan; 18 supermarket pemasok makanan; 649 produk OCOP; 1.297 tempat usaha yang memenuhi standar keamanan pangan; 134 restoran dan bisnis makanan; serta 142 rumah tangga yang beroperasi di jalan pejalan kaki Distrik Hong Bang.
Dalam proses digitalisasi data ini, pelaku usaha juga didukung untuk mengakses pembayaran tanpa uang tunai. Luong Thanh Tu, Wakil Kepala Departemen Pelanggan Ritel sekaligus Sekretaris Serikat Pemuda Cabang Vietcombank Hai Phong, mengatakan pihaknya pada tahap awal mendukung sekitar 30 bisnis di kawasan pejalan kaki untuk memasang kode QR, membuka rekening, dan menggunakan utilitas pembayaran digital. Ke depan, kerja sama dengan ShopeeFood ditujukan untuk menjangkau sekitar 1.000 bisnis.
Tu menyebut dukungan tersebut mencakup pemasangan kode QR dan pembukaan rekening, yang juga membantu transisi dari pajak sekaligus ke pajak deklarasi diri. Selain itu, rumah tangga bisnis didukung pemasangan gratis pengeras suara pengumuman saldo agar pemilik usaha lebih mudah memantau transaksi.
Program tersebut juga menyertakan skema pengembalian dana bagi pelanggan yang membuka rekening dan melakukan transaksi pembayaran yang memenuhi syarat, dengan dana dikembalikan langsung ke rekening. Skema ini diarahkan untuk mendekatkan kemudahan digital kepada usaha kecil.
Dari jalan pejalan kaki, pembayaran digital diposisikan sebagai titik awal pembentukan ekosistem kuliner digital yang lebih luas. Pengunjung dapat lebih mudah mencari informasi hidangan dan lokasi, bisnis memperoleh saluran tambahan untuk menjangkau pelanggan, transaksi berlangsung cepat, dan data bertahap terkumpul. Dengan demikian, jalan pejalan kaki dan pasar makanan malam tidak hanya menjadi tempat menikmati kuliner, tetapi juga ruang uji pendekatan baru dalam promosi, bisnis, dan layanan wisata.
Perubahan itu, menurut gambaran di lapangan, bermula dari hal sederhana: selembar kode QR di kios-kios yang perlahan mengubah ritme transaksi dan pengalaman menikmati malam di Hai Phong.