BERITA TERKINI
Pelaku Usaha Serabi dan Frozen Food di Pontianak Hadapi Penjualan Fluktuatif dan Kenaikan Bahan Baku

Pelaku Usaha Serabi dan Frozen Food di Pontianak Hadapi Penjualan Fluktuatif dan Kenaikan Bahan Baku

Pelaku usaha kuliner tradisional serabi solo dan frozen food di Pontianak menghadapi tantangan yang kian berat di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya stabil. Persaingan usaha yang semakin ketat membuat pelaku UMKM dituntut mampu beradaptasi dan menyiapkan strategi agar tetap bertahan serta diminati pelanggan.

Pemilik usaha Serabi Solo dan Frozen Food Pontianak, Fera Herawati, mengatakan dinamika penjualan menjadi salah satu persoalan utama yang memengaruhi kelangsungan usaha sehari-hari. Menurutnya, dalam bisnis kuliner selalu ada masa ramai dan sepi sehingga pelaku usaha harus cermat membaca kondisi pasar agar produksi tetap seimbang.

“Dalam usaha kuliner pasti ada masa ramai dan sepi sehingga kami harus pintar membaca kondisi pasar agar produksi tetap seimbang dan usaha tetap berjalan, terlebih kondisi penjualan yang naik turun sangat memengaruhi perputaran modal setiap harinya,” ujar Fera dalam Obrolan UMKM Bicara RRI Sanggau, Senin (18/5/2026).

Selain penjualan yang tidak menentu, ia menyebut kenaikan harga bahan baku turut menekan biaya produksi. Perubahan harga tepung, telur, santan, minyak goreng, hingga bahan kemasan dinilai berpengaruh terhadap margin keuntungan usaha.

Fera menuturkan, ketika harga bahan baku naik, pelaku usaha perlu mencari solusi agar kualitas produk tetap terjaga tanpa membuat harga jual terlalu tinggi. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas rasa dan pelayanan untuk mempertahankan pelanggan, terutama saat kondisi ekonomi sulit.

“Kalau harga bahan baku naik, kami harus mencari solusi supaya kualitas produk tetap terjaga tanpa membuat harga jual terlalu mahal bagi pelanggan, menjaga kualitas rasa dan pelayanan menjadi hal penting agar pelanggan tetap loyal meskipun kondisi ekonomi sedang sulit,” katanya.

Ia menambahkan, melemahnya kondisi ekonomi juga berdampak pada daya beli konsumen terhadap makanan maupun produk frozen food. Banyak pelanggan kini lebih selektif dan mengutamakan kebutuhan pokok, sehingga pelaku usaha perlu lebih kreatif untuk menarik minat pembeli.

Untuk menyiasati situasi tersebut, Fera mengaku lebih aktif melakukan promosi melalui media sosial, menambah variasi menu, serta menjaga kualitas produk. Menurutnya, pelayanan yang baik juga menjadi salah satu cara agar usaha tetap bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat.

“Untuk menghadapi situasi sekarang kami lebih aktif melakukan promosi di media sosial, memberikan variasi menu, dan menjaga kualitas produk agar pelanggan tetap percaya, pelayanan yang baik menjadi salah satu cara efektif agar usaha tetap bertahan di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin ketat,” ujarnya.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Fera menyatakan tetap optimistis menjalankan usaha yang telah dirintisnya. Ia berharap kondisi ekonomi masyarakat kembali membaik agar pelaku UMKM lokal dapat terus berkembang dan mempertahankan usahanya di tengah persaingan pasar.