BERITA TERKINI
Pekan “Gizi dan Pembangunan” 2026 di Vietnam Soroti Pola Makan Sehat, Gizi Sekolah, dan Label Nutrisi

Pekan “Gizi dan Pembangunan” 2026 di Vietnam Soroti Pola Makan Sehat, Gizi Sekolah, dan Label Nutrisi

Konferensi tentang inovasi nutrisi menegaskan rencana pelaksanaan Pekan “Gizi dan Pembangunan” 2026 yang akan menitikberatkan pada penguatan kebijakan dan edukasi gizi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di Vietnam. Wakil Direktur Institut Gizi Nasional, Nguyen Hong Truong, menyampaikan bahwa agenda pekan tersebut akan berfokus pada empat arah utama.

Empat fokus itu meliputi penyebarluasan 10 rekomendasi gizi rasional menuju 2030; panduan pola makan sepanjang siklus hidup disertai peluncuran aplikasi “Gizi Vietnam”; peningkatan gizi sekolah melalui program makan siang sekolah; serta penyediaan solusi informasi yang lebih transparan melalui label gizi.

Dari sisi tantangan kesehatan, Dr. Hoang Thi Duc Ngan dari Institut Nutrisi Nasional memaparkan hasil survei STEPS Kementerian Kesehatan yang menunjukkan konsumsi garam masyarakat Vietnam rata-rata mencapai 8,1 gram per hari. Angka ini hampir dua kali lipat dari batas yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni kurang dari 5 gram per hari.

Konferensi juga menyoroti perubahan pola konsumsi, termasuk meningkatnya makanan ultra-olahan dan makanan cepat saji, serta kebiasaan makan yang dinilai tidak sehat. Kondisi tersebut disebut berkontribusi pada tren kelebihan berat badan, obesitas, tekanan darah tinggi, dan stroke yang terjadi pada usia lebih muda, terutama di kalangan remaja.

Data yang disampaikan dalam konferensi menunjukkan prevalensi hipertensi pada kelompok usia 18–69 tahun di Vietnam sekitar 26%, atau sekitar satu dari empat orang dewasa. Sementara itu, prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas pada orang dewasa serta anak usia 5–19 tahun berada di kisaran 20%.

Untuk anak di bawah 5 tahun, tingkat malnutrisi nasional tercatat 14,8% untuk stunting, 8,3% untuk kekurangan berat badan, dan 4,8% untuk wasting. Pada kelompok usia yang sama, tingkat kelebihan berat badan dan obesitas dilaporkan sebesar 5,9%.

Dalam konteks tersebut, penerapan label nutrisi dipandang sebagai alat kontrol penting untuk memastikan transparansi komposisi bahan dan membantu pengendalian asupan natrium. Konferensi menekankan tujuan penerapan pelabelan nutrisi wajib pada produk makanan kemasan.

Konferensi turut menegaskan bahwa sebagian besar penyakit tidak menular di Vietnam berkaitan dengan gizi. Karena itu, perawatan gizi dinilai perlu ditekankan sejak usia sehat dan dijaga sepanjang hidup, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, lansia, dan kelompok rentan.

Khusus bagi anak sekolah, koordinasi antara keluarga, sekolah, dan fasilitas kesehatan dinilai penting dalam penyediaan makanan, pendidikan gizi, mendorong aktivitas fisik, serta memantau pertumbuhan. Dalam pelaksanaannya, konferensi juga menekankan perlunya menghindari tekanan citra tubuh atau praktik pengendalian berat badan yang tidak aman.

Pekan “Gizi dan Pembangunan” 2026 mengusung tema “Inovasi Hari Ini - Gizi Baik Besok.” Kegiatan ini menyerukan upaya bersama keluarga, sekolah, pelaku usaha, sektor kesehatan, dan lembaga pengatur untuk membangun lingkungan pangan yang aman dan sehat. Seruan tersebut mencakup peningkatan kualitas makanan, transparansi informasi, pengurangan pemborosan, serta dukungan akses layanan gizi, sekaligus mendorong kebiasaan makan sehat dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi untuk kesehatan masyarakat.