PT Pamapersada Nusantara (PAMA) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menggelar Pelatihan Ibu Balita bertema “Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Status Gizi Masyarakat melalui Pendekatan Keluarga” di Kelurahan Jatinegara, Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok ibu dan anak.
Pelatihan berlangsung di Ruang Peak Encanto, Gedung PAMA 3 Lantai 1, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Sebanyak 40 ibu balita dan 6 kader posyandu binaan CSR PAMA mengikuti kegiatan tersebut. Acara juga dihadiri Sekretaris Kelurahan Jatinegara dan Security & External Relation Department Head PAMA, serta menghadirkan tim kesehatan dari Puskesmas Cakung dan Puskesmas Kelurahan Jatinegara sebagai narasumber.
Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu balita serta kader posyandu mengenai pemenuhan gizi, kesehatan anak, dan tumbuh kembang balita. Melalui edukasi yang diberikan, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus mengenali potensi masalah kesehatan sejak dini.
Sejumlah materi disampaikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Konsep Masalah Gizi Balita, Infeksi Anak dan Tumbuh Kembang Balita, serta Sosialisasi Tuberkulosis (TB) Anak. Materi ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman ibu mengenai pentingnya asupan gizi seimbang, perhatian terhadap kesehatan anak, serta pemantauan pertumbuhan secara rutin.
Bagi kader posyandu, pelatihan ini juga menjadi bekal untuk memperkuat peran pendampingan dan edukasi kesehatan di lingkungan masyarakat. Perwakilan manajemen PAMA menekankan bahwa tumbuh kembang anak membutuhkan peran aktif keluarga, terutama dalam memastikan pemenuhan gizi, menjaga kesehatan, dan menerapkan pola asuh yang tepat sejak dini.
“Kami percaya bahwa keluarga memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Melalui program CSR ini, PAMA ingin turut meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan kesehatan anak sejak dini,” ujar perwakilan manajemen PAMA dalam keterangan resmi, Selasa (20/10).
Penyelenggaraan pelatihan ini merupakan kolaborasi CSR PAMA, pemerintah kelurahan, dan tenaga kesehatan. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan masalah gizi sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak. “Kami berharap ilmu yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkuat peran kader posyandu dalam mendampingi masyarakat agar anak-anak dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optimal,” imbuhnya.
Upaya peningkatan kualitas gizi anak masih menjadi perhatian di Indonesia. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting pada balita di Indonesia tercatat 19,8%, sementara di DKI Jakarta sebesar 17,2%. Meski menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, angka tersebut menegaskan pentingnya upaya berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemenuhan gizi dan kesehatan anak.
Gizi yang baik berperan dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan belajar, serta daya tahan tubuh anak. Karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi sesuai usia, penerapan pola asuh yang tepat, pencegahan infeksi, dan pemantauan tumbuh kembang secara berkala dinilai penting untuk membantu anak tumbuh sehat dan optimal.
Melalui program CSR yang berkelanjutan, PAMA menyatakan berupaya memberikan kontribusi bagi masyarakat, tidak hanya melalui peningkatan pengetahuan, tetapi juga penguatan kapasitas masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga.