BERITA TERKINI
Nominator TikTok Awards Indonesia 2024 Ceritakan Proses Kreatif dan Dampak Berkarya di TikTok

Nominator TikTok Awards Indonesia 2024 Ceritakan Proses Kreatif dan Dampak Berkarya di TikTok

TikTok mengumumkan kembalinya ajang TikTok Awards Indonesia 2024 pada Senin, 2 Desember. Mengusung tema “The Icons of Tomorrow, Today”, penghargaan keempat dari TikTok ini disebut akan merayakan lebih dari 80 kreator masa kini dalam perjalanan mereka menjadi sosok yang menginspirasi dan memberi kontribusi positif di masa depan.

Untuk membahas proses kreatif sekaligus kisah di balik konten-konten populer di platform tersebut, TikTok menggelar sesi bincang-bincang pada Rabu, 11 Desember, bersama tiga kreator perempuan yang juga masuk daftar nomine TikTok Awards Indonesia 2024. Dua di antaranya adalah kreator kuliner Serly Asnim dan kreator fesyen Christie Basil.

Serly Asnim, pemilik akun @onebitebigbite yang menjadi nomine kategori “Food Creator of The Year”, mengatakan ia mulai aktif di TikTok sejak 2022. Ia menyebut alasannya sederhana: ketertarikan pada makanan dan kegemaran mencoba menu-menu baru.

Dalam proses membuat konten, Serly menuturkan kolaborasi dengan industri makanan dan minuman kerap berangkat dari tingginya permintaan terhadap sebuah produk. Ia mencontohkan fenomena milk bun dari Thailand yang sempat ramai diburu hingga memunculkan jasa titip dengan harga tinggi. Dari situ, Serly mengaku terpikir untuk berkolaborasi dengan merek lokal dan menyesuaikan rasa agar lebih cocok dengan lidah orang Indonesia.

Di tengah banyaknya kreator kuliner di TikTok, Serly menyebut dirinya berupaya tampil berbeda lewat cara penyajian yang “out of the box” dan tidak terduga. Ia juga menekankan aspek visual serta pengisi suara (voice over) yang dibuat lebih hidup. Serly berharap kontennya tidak hanya informatif, tetapi juga bisa menginspirasi dan memberi dampak positif bagi penonton maupun pelaku usaha, termasuk restoran dan UMKM.

Serly menilai salah satu perubahan signifikan setelah aktif sebagai kreator adalah hadirnya komunitas yang suportif dan inspiratif. Menurutnya, TikTok membantunya berkembang secara personal dan profesional, membuka kesempatan berkolaborasi dengan berbagai pihak, hingga mengantarkannya menjadi nomine. Saat mengetahui masuk nominasi, ia mengaku merasa bersyukur, terhormat, dan semakin terdorong untuk menghadirkan konten-konten kreatif.

Sementara itu, Christie Basil (@christiebasil), kreator fesyen yang menjadi nomine “Creator of The Year”, menjelaskan ketertarikannya membagikan konten behind the scene pembuatan gaun berangkat dari cerita para pelanggan. Ia mencontohkan kisah pernikahan beda agama dan budaya, termasuk penggabungan hijab dengan cheongsam, yang menurutnya dapat menginspirasi audiens.

Christie mengatakan, melalui konten yang ia buat, berbagai peluang terbuka, seperti kolaborasi dengan sejumlah brand dan universitas, memecahkan rekor MURI, hingga menerima penghargaan. Ia juga membagikan cerita tentang salah satu pengantinnya yang menemukan pasangan di usia 45 tahun. Menurut Christie, kisah seperti ini dapat memberi harapan bagi audiens dan menyampaikan pesan bahwa mereka tidak sendirian.

Christie menilai pendekatan pemasaran juga berubah. Jika sebelumnya keunikan produk menjadi nilai utama, kini cerita di balik produk dan nilai emosional ikut menentukan. “Baju menjadi mempunyai nyawa dengan cerita yang ada di baliknya,” ujarnya.

Christie juga menyinggung momen pemecahan rekor MURI pada 2022 untuk kategori “Peragaan Busana oleh Konten Kreator Terbanyak”. Ia menyebut kegiatan itu digelar bertepatan dengan peringatan HUT ke-77 Republik Indonesia, ketika ia mengajak para kreator konten menjadi model dalam peragaan busana. Dalam kesempatan itu, 77 orang mengenakan brand miliknya, ATVEZZO, yang dipadukan dengan warna khas TikTok, yakni hitam, putih, pink, dan cyan.