DEPOK — Aktor Nicholas Saputra memandang rasa lelah fisik tidak selalu sebagai sesuatu yang negatif. Menurutnya, kelelahan justru bisa menjadi sinyal bahwa tubuh sedang bekerja dan berfungsi sebagaimana mestinya.
“Kelelahan fisik itu terkadang baik juga karena ketika kita bergerak atau berolahraga, diri kita sedang memberikan sinyal ke tubuh kalau dia masih berfungsi,” ujar Nicholas dalam acara A Day of Purity bersama BEAR BRAND dan Nicholas Saputra, di Depok, Jawa Barat, Sabtu (11/10/2025).
Nicholas menilai manusia memiliki tubuh yang perlu terus digunakan, bukan hanya untuk bekerja, tetapi juga untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Karena itu, ia menganggap lelah setelah beraktivitas sebagai hal yang positif.
“Kita ini adalah manusia yang punya raga, fisik, dan kemampuan untuk bergerak. Jadi saya menganggap kelelahan fisik karena beraktivitas jadi suatu hal yang positif,” tuturnya.
Ia menjelaskan, rasa lelah setelah melakukan aktivitas tertentu, baik bekerja maupun berolahraga, dapat menjadi bentuk penghargaan terhadap tubuh. Bagi Nicholas, kondisi tersebut menandakan tubuh telah bekerja secara optimal dan masih kuat serta berdaya.
“Misalnya ketika bekerja dan olahraga, itu pasti membutuhkan banyak aktivitas fisik yang membuat lelah, tapi bisa berdampak baik untuk diri kita,” kata pemeran Rangga dalam film Ada Apa dengan Cinta? itu.
Nicholas menambahkan, kelelahan yang muncul setelah olahraga kerap memberikan efek menenangkan karena energi tersalurkan dengan cara yang sehat. Ia menyebut rasa lelah semacam itu dapat menjadi bentuk pemulihan alami bagi tubuh dan pikiran.
Meski demikian, Nicholas membedakan kelelahan fisik yang sehat dengan kelelahan emosional yang dapat berdampak buruk. Ia mencontohkan pengalaman pribadi saat menjalani proses syuting film yang sering kali menguras tenaga sekaligus emosi.
“Kalau akting itu bisa membuat lelah fisik dan mental karena hal tersebut tidak natural. Diri saya dipaksa untuk bergerak dan mendalami emosi perannya,” ujarnya.
Bagi Nicholas, kelelahan semacam ini lebih kompleks karena melibatkan pikiran dan perasaan yang tidak selalu sejalan dengan kondisi sebenarnya. Namun, ia mengaku pengalaman tersebut juga memberinya pelajaran untuk merasakan banyak hal, mulai dari eksplorasi peran dan emosi hingga proses bertumbuh serta kembali mencari jati diri.
“Meskipun lelah, tapi hal tersebut mengajarkan saya untuk merasakan begitu banyak hal, mulai dari eksplorasi peran, emosi, dan juga tumbuh kembali mencari diri saya sendiri,” tambahnya.

