BERITA TERKINI
Minuman Manis Kekinian Tetap Populer di Kalangan Anak Muda Meski Ada Risiko Kesehatan

Minuman Manis Kekinian Tetap Populer di Kalangan Anak Muda Meski Ada Risiko Kesehatan

TANJUNGPINANG — Tren minuman manis kekinian seperti kopi susu gula aren dan minuman boba masih menjadi bagian dari gaya hidup anak muda perkotaan. Meski tren ini sudah berlangsung selama beberapa tahun, kedai-kedai baru terus bermunculan, sementara antrean di sejumlah gerai populer tetap terlihat.

Fenomena tersebut menunjukkan minuman manis tidak lagi dipandang sekadar pelepas dahaga. Di kalangan konsumen muda, minuman kekinian juga kerap melekat pada identitas sosial dan gaya hidup.

Di sisi lain, konsumsi gula berlebih menyimpan risiko kesehatan. Studi Harvard T.H. Chan School of Public Health (2020) menyebutkan bahwa asupan gula yang tinggi, terutama dari minuman, dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga berulang kali mengimbau masyarakat untuk membatasi asupan gula harian guna menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

Meski sebagian konsumen mengaku memahami risikonya, minuman manis tetap dibeli dengan berbagai alasan, termasuk sebagai “self reward” setelah menjalani aktivitas padat. Minuman kekinian juga dianggap sebagai cara cepat memperbaiki suasana hati, ditambah tampilan visual yang menarik untuk dibagikan di media sosial.

Dalam tren yang berkembang di TikTok dan Instagram, konten seperti ulasan minuman terbaru, kompetisi topping unik, hingga “daily boba check” terus bermunculan dan menjadi viral. Arus konten ini ikut memperkuat posisi minuman manis sebagai bagian dari budaya populer anak muda.

Dengan demikian, meski risiko kesehatan terkait konsumsi gula telah banyak disampaikan, popularitas minuman manis kekinian dinilai belum menunjukkan tanda mereda. Tantangan berikutnya adalah bagaimana konsumen tetap dapat menikmati tren tersebut sembari menjaga keseimbangan pola makan yang lebih sehat.