Mengatur pola makan seimbang diperlukan untuk menjaga tubuh tetap sehat. Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah metode ABCDE, yang terdiri dari lima prinsip dalam menyusun menu makanan sehari-hari.
Dr. Matthew Lantz Blaylock, PhD menjelaskan, metode ABCDE mencakup kecukupan nutrisi, keseimbangan menu, pengendalian kalori, kepadatan nutrisi, serta variasi makanan. Kelima prinsip ini dapat menjadi panduan sederhana untuk membentuk pola makan yang lebih terarah.
Pertama, Adequacy atau kecukupan nutrisi. Menu harian diupayakan mengandung nutrisi penting dalam jumlah yang memadai untuk mendukung diet sehat. Dr. Matthew juga mengingatkan bahwa gaya hidup sehat terdiri dari 70 persen asupan gizi dan 30 persen olahraga.
Kedua, Balance atau keseimbangan menu. Pola makan seimbang dapat diterapkan dengan komposisi asupan karbohidrat 40–60 persen, lemak 20–30 persen, dan protein 15–20 persen.
Ketiga, Calorie control atau mengontrol kalori. Jumlah kalori dalam menu perlu dijaga dengan mengurangi makanan yang minim nutrisi namun tinggi kalori.
Keempat, Density atau padat nutrisi. Prinsip ini menekankan pentingnya memprioritaskan makanan bernutrisi tinggi dan menghindari pilihan yang kurang sehat.
Kelima, A bit of everything atau variasi menu. Variasi makanan dianjurkan agar tidak mudah bosan, namun tetap mengikuti pola makan seimbang.
Dr. Matthew menambahkan, makanan segar merupakan sumber asupan gizi yang terbaik. Namun, dalam situasi yang belum memungkinkan untuk bebas pergi ke pasar atau supermarket, makanan beku, siap saji, dan kaleng dapat menjadi pilihan.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya ketelitian dalam memilih sumber makanan. Ia mencontohkan, saat memilih susu UHT, konsumen perlu memastikan terlebih dahulu apakah produk tersebut berasal dari susu segar.