Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyatakan dukungannya terhadap pengembangan model bisnis waralaba (franchise) sebagai strategi untuk mempercepat peningkatan kelas usaha mikro dan kecil di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan Maman usai membuka Indonesia Franchise Week 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Rabu (30/10/2025).
Menurut Maman, bisnis waralaba dapat menjadi model yang menguntungkan bagi kedua pihak, yakni pemilik merek (franchisor) dan mitra usaha (franchisee). Ia menilai pola kemitraan tersebut juga berpotensi memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional.
“Event seperti ini harus selalu kami dukung. Bahkan, kami ingin Kementerian UMKM menjadi yang terdepan dalam pengembangan pola bisnis kemitraan seperti ini,” ujar Maman.
Maman menilai sistem waralaba membuka peluang besar bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang telah memiliki produk unggulan serta manajemen yang kuat untuk berkembang lebih cepat. Melalui waralaba, pelaku UMKM dinilai dapat memperluas jaringan, memperkuat merek, dan meningkatkan daya saing.
Namun, ia mengingatkan bahwa kesiapan fundamental usaha tetap menjadi syarat penting sebelum masuk ke skema waralaba. Ia mencontohkan, terdapat usaha kecil yang bergabung dalam franchise tanpa kesiapan memadai sehingga berujung pada kegagalan.
“Banyak usaha kecil yang masuk ke franchise tapi belum siap. Akibatnya justru kolaps. Fundamental yang saya maksud adalah kualitas produk dan kesiapan manajemen. Itu harus diperkuat dulu,” tegasnya.
Pengembangan waralaba UMKM, lanjut Maman, sejalan dengan target peningkatan rasio kewirausahaan nasional dari 3,1 persen menjadi 3,6 persen pada 2029. Ia menilai semakin banyak usaha kecil yang menggunakan pola franchise dapat menjadi solusi yang menguntungkan bagi banyak pihak.
Indonesia Franchise Week 2025 digelar pada 30 Oktober hingga 2 November 2025 di ICE BSD, Tangerang. Acara ini dibuka melalui Deklarasi Franchise se-Asia Pasifik yang dihadiri Menteri Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Perdagangan Budi Santoso, serta Menteri UMKM Maman Abdurrahman, bersama delegasi internasional dari berbagai negara.
Pameran tersebut didukung sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Bappenas, Kementerian UMKM, serta Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

