Tren diet datang silih berganti, mulai dari keto, paleo, hingga intermittent fasting. Namun, mengikuti pola makan yang sedang populer tidak selalu sejalan dengan pemenuhan gizi harian. Karena itu, penting menilai kembali apakah pola makan yang dijalani benar-benar bermanfaat dalam jangka panjang.
Sejumlah ahli menekankan pentingnya sustainable diet atau diet berkelanjutan, yakni pola makan seimbang yang tidak hanya memberi nutrisi bagi tubuh dan menurunkan risiko penyakit, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan.
Dikutip dari Onlymyhealth, Pooja Singh, Ahli Gizi Senior di Sharda Hospital, Nodia, menjelaskan diet berkelanjutan sebagai pola makan yang sehat dan bergizi, sekaligus meminimalkan dampak buruk bagi lingkungan. Menurutnya, pola ini melibatkan konsumsi makanan yang baik untuk tubuh, namun diproduksi dengan cara yang menghemat sumber daya alam, mendukung keanekaragaman hayati, serta mengurangi emisi gas rumah kaca.
Food and Agriculture Organization (FAO) mendefinisikan diet berkelanjutan sebagai pola makan yang melindungi dan menghormati keanekaragaman hayati serta ekosistem, dapat diterima secara budaya, mudah diakses, adil secara ekonomi, dan cukup bergizi. Intinya, diet berkelanjutan berupaya memenuhi kebutuhan gizi tanpa memberi beban berlebihan pada bumi.
Langkah menjalankan diet berkelanjutan
Bagi yang ingin mulai menerapkan diet berkelanjutan, beberapa langkah berikut dapat dilakukan secara bertahap.
1. Perbanyak konsumsi nabati
Buah dan sayuran menyediakan nutrisi penting bagi kesehatan dan umumnya berdampak lingkungan lebih rendah dibanding daging, susu, serta makanan olahan. Meski begitu, ada pengecualian, seperti hasil tani yang harus diangkut sangat jauh, sayuran yang ditanam dalam kondisi khusus, atau pangan yang boros sumber daya seperti almond dan kedelai GMO. Memilih produk lokal dan musiman dinilai dapat membantu menyeimbangkan manfaat kesehatan dan keberlanjutan.
2. Perbanyak variasi makanan
Dikutip dari Onetree Planeted, menyusun menu dengan beragam makanan utuh dan “piring penuh warna” dapat membuat hidangan lebih bergizi, lezat, sekaligus ramah lingkungan. Masyarakat juga didorong mencoba bahan-bahan unik yang tersedia secara lokal.
3. Kurangi limbah makanan
Pengurangan limbah dapat dimulai dengan membeli bahan sesuai kebutuhan agar tidak terbuang saat rusak. Sisa dapur juga bisa dimanfaatkan dengan membuat kompos, serta menyimpan makanan melalui pembekuan atau pengawetan bila tidak langsung digunakan.
4. Hindari makanan olahan
Selain dinilai berdampak kurang baik bagi kesehatan, makanan olahan membutuhkan banyak sumber daya dan dapat kehilangan sebagian nutrisinya selama proses produksi. Dalam artikel disebutkan, bahkan beras cokelat yang kerap dianggap lebih sehat dibanding beras putih tetap memerlukan air dalam jumlah besar. Untuk pilihan yang bergizi sekaligus berkelanjutan, disarankan memilih bahan pangan utuh dan tidak diproses, seperti buckwheat dan quinoa.
5. Konsumsi produk susu secara bijak
Produk susu dan olahannya memiliki dampak lingkungan, tetapi tetap menjadi sumber protein, kalsium, dan asam amino esensial. Konsumsi produk susu juga disebut berkaitan dengan penurunan risiko beberapa penyakit kronis, termasuk sindrom metabolik, tekanan darah tinggi, stroke, kanker usus, dan diabetes tipe 2. Saran yang diberikan adalah memilih produk susu rendah lemak tanpa tambahan gula setiap hari dalam porsi sedang, serta membatasi keju tinggi lemak agar hanya sesekali. Bagi yang tidak mengonsumsi susu, dapat memilih minuman nabati yang diperkaya vitamin dan mineral, seperti kalsium.
6. Konsumsi makanan lokal dan musiman
Masyarakat dapat mencoba menanam sayur organik sendiri atau membeli dari petani lokal yang berkelanjutan. Memilih bahan yang sedang musim juga dinilai dapat menekan biaya, karena menyimpan atau memproduksi pangan di luar musimnya biasanya membutuhkan lebih banyak sumber daya. Dikutip dari eufic, mendukung petani lokal bukan hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian sekitar.
Manfaat yang disebutkan
Dalam artikel, diet berkelanjutan juga dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan, di antaranya menurunkan risiko penyakit kronis (seperti penyakit jantung, diabetes, dan obesitas), meningkatkan kesehatan usus melalui asupan serat nabati, membantu menjaga berat badan karena makanan utuh lebih mengenyangkan dan kaya nutrisi, serta mendukung kesehatan mental melalui pola makan bergizi yang membantu suasana hati dan fungsi kognitif.
Diet ramah lingkungan tidak berarti harus mengekang diri atau berhenti menikmati makanan favorit. Pendekatan yang ditekankan adalah membuat pilihan yang sehat dan bijak, dimulai dari langkah kecil namun konsisten, agar berdampak bagi kesehatan sekaligus lingkungan.

