Tren “y/n dan CEO” belakangan ramai muncul di TikTok, menampilkan potongan cerita yang menempatkan “y/n” sebagai tokoh utama dan sosok dominan—sering kali seorang CEO—sebagai pasangan atau pelindungnya. Konten-konten ini kerap dibawakan dengan gaya dramatis, sekaligus menghadirkan karakter lain sebagai figur sampingan dalam narasi.
Istilah “y/n” sendiri merupakan singkatan dari your name atau “nama kamu”. Dalam konteks tren ini, “y/n” dipakai sebagai pengganti identitas tokoh utama agar bisa dibayangkan sebagai siapa pun, termasuk penonton. Sementara itu, karakter lain seperti CEO, mafia, atau bos geng biasanya digambarkan memiliki posisi dominan dalam cerita.
Tren tersebut disebut berakar dari budaya fanfiction. Dalam fanfiction, “y/n” lazim digunakan untuk membuat pembaca membayangkan diri sebagai pemeran utama dalam kisah romansa yang dilebih-lebihkan, terutama antara dua karakter dengan latar belakang berbeda. Contoh pola yang sering muncul antara lain orang biasa dengan CEO, mahasiswa dengan dosen, atau karakter “culun” dengan bos gangster.
Dalam narasi yang beredar, karakter “y/n” umumnya digambarkan sebagai orang biasa yang polos, tidak memiliki kekuatan untuk membela diri, dan hidup serba kekurangan. Sebaliknya, tokoh CEO ditampilkan sebagai sosok dominan yang hadir untuk melindungi, sekaligus “meratukan” atau “merajakan” y/n.
Menurut Know Your Meme, kemunculan awal format konten “y/n dan CEO” ditelusuri dari unggahan akun Instagram @i_ambooked pada 15 November 2025. Dalam unggahan itu, seorang pengguna mengenakan kerudung hitam dengan ekspresi mengerutkan wajah, sambil menuliskan premis: “Aku di hari Minggu bekerja, karena y/n tidak melakukan pekerjaan apa pun sepekan ini, karena dia sibuk ngerjain ‘proyek pribadi’ bersama CEO di kantornya.”
Format serupa kemudian diikuti oleh warganet Indonesia dengan premis yang disebut tak kalah berlebihan. Salah satu contoh yang beredar ialah video dengan narasi: “POV: y/n mengatakan bahwa memiliki trauma pada kegelapan, CEO pun menatap tajam ke arahku yang berkulit gelap.”
Konten-konten ini muncul sebagai bentuk respons, termasuk kekesalan sebagian warganet, terhadap kisah cinta orang biasa dengan CEO yang dianggap terlalu dilebih-lebihkan. Alur cerita yang dinilai tidak masuk akal juga disebut menjadi alasan mengapa tren ini memicu reaksi dan komentar dari pengguna media sosial.

