KARANGANYAR—Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar edukasi gizi bagi siswa sekolah dasar dan warga lanjut usia (lansia) di Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini mengangkat pentingnya makanan bergizi sekaligus pemanfaatan pangan lokal dalam kehidupan sehari-hari.
Program tersebut dijalankan tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Pertanian UNS yang diketuai Dr. Ir. Choiroel Anam, M.P., M.T., bersama Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan (Himaghita) serta tim Dies Natalis ke-50 UNS. Kegiatan didukung hibah Dana Non-APBN UNS Tahun Anggaran 2026 melalui skema Pemberdayaan Desa Binaan (PDB UNS).
Rangkaian program mencakup dua agenda utama, yakni edukasi makanan bergizi untuk siswa sekolah dasar serta penyuluhan gizi dan kesehatan bagi lansia.
Edukasi bertema “Makanan Bergizi” dilaksanakan pada 10 Juni 2026 di SD Negeri 3 Karanglo dan diikuti siswa kelas 1 hingga kelas 5. Materi gizi seimbang disampaikan melalui permainan tebak gambar dan kegiatan interaktif. Selain itu, siswa diajak mempraktikkan pembuatan sandwich bergizi serta mengikuti lomba untuk menguji pemahaman setelah menerima materi.
Melalui metode belajar sambil bermain, siswa diperkenalkan pada beragam pilihan makanan bergizi dan pentingnya membiasakan pola makan sehat sejak dini. Pendekatan interaktif dipilih agar materi lebih menarik dan mudah diingat.
Kegiatan kedua berlangsung pada 17 Juni 2026 di Balai Dukuh Sadakan Kidul, Desa Karanglo. Penyuluhan bertema “Pangan Lokal, Gizi Optimal: Rahasia Keluarga Sehat dan Lansia Berdaya” diikuti 43 peserta yang didominasi warga lansia.
Penyuluhan menghadirkan dua narasumber. dr. Rama Sanityasa Hasbi dari Rumah Sakit UNS menyampaikan materi “Lansia Sehat dan Produktif”, sedangkan Bara Yudhistira, S.T.P., M.Sc., Ph.D., dosen Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan UNS, membawakan materi “Panduan Makanan untuk Balita dan Lansia”.
Sebelum penyuluhan dimulai, peserta menjalani pemeriksaan tekanan darah. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai upaya membantu mengenali faktor risiko hipertensi sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan.
Dalam sesi penyuluhan, peserta memperoleh informasi terkait pemilihan makanan sesuai kebutuhan gizi balita dan lansia. Pangan lokal seperti singkong, jagung, sagu, dan sorgum juga diperkenalkan sebagai alternatif sumber pangan untuk mendukung pola makan yang beragam dan bergizi seimbang.
Kedua kegiatan mendapat respons aktif dari peserta. Siswa sekolah dasar maupun warga lansia mengikuti sesi tanya jawab dan diskusi, serta memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai makanan bergizi dan kebiasaan hidup sehat.
Edukasi ini menekankan bahwa isu gizi tidak hanya berkaitan dengan anak-anak, tetapi juga lansia. Pada anak, pemenuhan gizi berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan. Sementara bagi lansia, pola makan sesuai kebutuhan menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan membantu mengurangi risiko penyakit tidak menular.