KAB. SUMEDANG — Mahasiswa Program Pengabdian kepada Masyarakat Berdampak (P2MB) Gizi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) 2026 menggelar kegiatan Gerakan Remaja Sehat Optimal (GASPOL) di SMPN 2 Pamulihan, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Rabu, 14 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti hampir 127 siswa dengan rangkaian penyuluhan mengenai gizi seimbang, aktivitas fisik, serta anjuran konsumsi tablet tambah darah (TTD).
GASPOL dirancang untuk membangun kebiasaan hidup sehat pada remaja sejak dini. Program ini juga disebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Sumedang yang menambahkan program kokurikuler di sekolah, termasuk pembahasan tentang Isi Piringku dan aktivitas fisik.
Pada sesi awal, tim P2MB Gizi UPI 2026 melakukan pre-test untuk mengukur pemahaman siswa terkait gizi seimbang. Setelah itu, mahasiswa memaparkan materi gizi seimbang dengan panduan Isi Piringku, yang mengajak siswa memahami komposisi makanan ideal dalam satu piring—makanan pokok, lauk pauk, sayur, dan buah—dengan porsi yang tepat.
Materi disampaikan menggunakan bahasa ringan, media visual, serta permainan interaktif. Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa menyoroti bahwa remaja berada pada masa pertumbuhan pesat sehingga membutuhkan asupan gizi lebih tinggi. Namun, kebiasaan jajan makanan tinggi gula, garam, dan lemak serta rendahnya konsumsi sayur dan buah masih kerap ditemui pada kelompok usia ini. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap siswa lebih mampu memilih makanan bergizi dan menerapkannya dalam keseharian, baik di sekolah maupun di rumah.
Selain membahas asupan gizi, siswa juga diingatkan mengenai pentingnya aktivitas fisik secara teratur. Tim menjelaskan manfaat bergerak aktif bagi kesehatan tubuh, kebugaran, dan konsentrasi belajar. Para siswa juga diajak melakukan aktivitas fisik bersama agar pesan yang disampaikan tidak hanya dipahami, tetapi juga dipraktikkan.
Aktivitas fisik menjadi salah satu fokus karena gaya hidup sedentari, seperti terlalu lama duduk dan bermain gawai, dinilai semakin umum di kalangan remaja. Kurang gerak disebut dapat meningkatkan risiko masalah gizi dan penyakit tidak menular di kemudian hari.
Pada sesi berikutnya, mahasiswa memberikan edukasi tentang bahaya batang kecil yang mengepulkan asap bagi kesehatan, termasuk dampaknya terhadap pertumbuhan remaja dan lingkungan sekitar. Penyuluhan ini merupakan dukungan terhadap upaya guru dalam mendorong lingkungan sekolah bebas asap rokok. Menurut pemaparan kegiatan, pendekatan sesama remaja dipandang lebih efektif karena pesan terasa lebih dekat dengan kehidupan siswa.
Topik lain yang dibahas adalah anjuran konsumsi tablet tambah darah, terutama untuk remaja putri. Siswa diberi pemahaman bahwa anemia dapat menurunkan konsentrasi, membuat tubuh mudah lelah, serta memengaruhi prestasi belajar. Mahasiswa juga menyampaikan bahwa kondisi gizi remaja putri saat ini dinilai berpengaruh terhadap kesehatan generasi berikutnya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan manfaat TTD, cara minum yang benar, serta tips mengurangi efek samping yang mungkin dirasakan. Konsumsi TTD secara rutin dipandang sebagai langkah awal pencegahan stunting yang dapat dimulai sejak usia sekolah.
Wakil Kepala Sekolah bidang kemahasiswaan, Purnama, menyambut baik kegiatan tersebut. “Alhamdulillah, materi Isi Piringku yang termuat dalam buku modul dapat disampaikan langsung oleh mahasiswa yang menekuni bidang gizi,” ujarnya. Antusiasme siswa juga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan hingga sesi penyuluhan berakhir.
Selain penyuluhan, tim P2MB Desa Cigendel Gizi UPI 2026 menempelkan poster terkait Isi Piringku, bahaya merokok, dan anjuran konsumsi TTD agar pesan kesehatan tetap dapat dilihat dan diingat oleh siswa di lingkungan sekolah.
Melalui GASPOL, P2MB Desa Cigendel Gizi UPI 2026 berharap pesan tentang gizi seimbang, aktivitas fisik, hidup tanpa rokok, dan konsumsi TTD terus diterapkan di sekolah. Dukungan dari guru, orang tua, dan pihak terkait juga diharapkan berlanjut agar remaja di Sumedang tumbuh sehat, aktif, dan optimal.