Magetan, 15 Juli 2026 — Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) yang bertugas di Desa Buluharjo, Magetan, melaksanakan program GEMBIRA (Gerakan Makan Bergizi untuk Keluarga) di Posyandu Dusun Widoro, Rabu (15/7). Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, terutama ibu yang memiliki balita, mengenai pentingnya pemenuhan gizi keluarga melalui pemanfaatan pangan lokal yang bergizi dan mudah diolah.
Program GEMBIRA merupakan kolaborasi mahasiswa KKN UTM dengan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini melibatkan sinergi lintas disiplin dari Program Studi Psikologi, Ilmu Gizi, dan Teknologi Pangan, dengan pendekatan yang mencakup edukasi gizi seimbang, pembentukan kebiasaan makan sehat pada anak, hingga inovasi pengolahan pangan yang dapat diterapkan di tingkat keluarga.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa membagikan olahan makanan bergizi berupa otak-otak berbahan dasar ikan lele kepada para ibu yang memiliki balita. Pembagian tersebut disertai leaflet edukasi berisi informasi kandungan gizi, bahan dan cara pembuatan, serta pesan mengenai pentingnya pemberian makanan bergizi pada masa pertumbuhan anak.
Pemilihan ikan lele sebagai bahan utama dilakukan berdasarkan rekomendasi Setiyani, A.Md.Keb., selaku Penanggung Jawab Desa Buluharjo. Ia menyampaikan bahwa olahan berbahan ikan masih relatif sulit diterima sebagian masyarakat, terutama anak-anak. Hal itu dipengaruhi kebiasaan konsumsi yang sudah berlangsung lama, di mana ikan bukan lauk yang umum dikonsumsi sehari-hari. Letak geografis Desa Buluharjo di kawasan pegunungan juga membuat masyarakat tidak seakrab masyarakat pesisir dalam mengonsumsi ikan. Selain itu, aroma amis yang identik dengan ikan menjadi salah satu faktor yang membuat anak-anak kurang menyukainya.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa mengolah ikan lele menjadi otak-otak dengan cita rasa yang lebih familiar, tekstur lembut, dan tampilan yang menarik. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan minat anak untuk mengonsumsi sumber protein hewani.
Leaflet edukasi yang dibagikan turut menekankan bahwa masa balita merupakan golden age (0–5 tahun), yaitu periode penting bagi pertumbuhan otak, perkembangan fisik, serta pembentukan kebiasaan makan. Orang tua diharapkan mengenalkan makanan bergizi secara bertahap, menyajikannya dengan tampilan menarik, menghindari pemaksaan saat anak makan, serta menjadi teladan dalam membangun kebiasaan makan sehat di lingkungan keluarga. Leaflet tersebut juga memuat informasi kandungan nutrisi otak-otak ikan lele beserta resep yang dapat dipraktikkan di rumah.
Setiyani mengapresiasi pelaksanaan program GEMBIRA yang diinisiasi mahasiswa KKN Kolaboratif. Menurutnya, inovasi pengolahan ikan lele menjadi otak-otak merupakan langkah tepat untuk memperkenalkan konsumsi ikan kepada anak-anak dengan cara yang lebih menarik. Ia menilai olahan tersebut memiliki cita rasa lezat dan tampilan menarik sehingga berpotensi meningkatkan minat anak dalam mengonsumsi makanan bergizi. Leaflet edukasi yang dibagikan juga dinilai bermanfaat bagi para ibu dalam memahami pentingnya pemenuhan gizi keluarga serta mengolah bahan pangan lokal menjadi menu sehat bagi balita.
Antusiasme para ibu terlihat sepanjang kegiatan Posyandu berlangsung. Selain menerima makanan dan leaflet, peserta menunjukkan ketertarikan terhadap resep yang dibagikan karena dinilai sederhana, menggunakan bahan yang mudah diperoleh, dan dapat menjadi alternatif menu bergizi bagi keluarga. Diskusi antara mahasiswa dan peserta juga menjadi ruang berbagi informasi mengenai pentingnya pemenuhan protein hewani pada masa pertumbuhan anak serta strategi mengenalkan makanan bergizi kepada balita.
Melalui program GEMBIRA, mahasiswa KKN Kolaboratif berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi keluarga melalui pemanfaatan bahan pangan lokal yang kaya protein. Edukasi yang diberikan diharapkan mendorong orang tua lebih kreatif dalam mengolah makanan bergizi agar anak memperoleh asupan nutrisi optimal sekaligus membentuk kebiasaan makan sehat sejak usia dini.
Program ini menjadi salah satu kontribusi mahasiswa KKN Kolaboratif UTM di Desa Buluharjo tahun 2026 dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Lewat kolaborasi lintas perguruan tinggi dan lintas disiplin ilmu, mahasiswa menghadirkan inovasi olahan pangan bergizi sekaligus edukasi yang aplikatif mengenai konsumsi protein hewani, pemanfaatan pangan lokal, dan pembentukan pola makan sehat sebagai investasi bagi tumbuh kembang anak.

