BERITA TERKINI
Mahasiswa Ilmu Gizi FKM Unhas Perbarui Mading Edukasi Stunting di Kelurahan Parangloe

Mahasiswa Ilmu Gizi FKM Unhas Perbarui Mading Edukasi Stunting di Kelurahan Parangloe

Mahasiswa Evidence-Based Learning (EBL) IV Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) melakukan monitoring, evaluasi, dan rekonstruksi program intervensi gizi masyarakat sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman dan bukti. Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat keberlanjutan program kesehatan berbasis masyarakat.

Kegiatan EBL IV dilaksanakan di bawah bimbingan Dr. Hasan Basri, SKM, dengan melibatkan mahasiswa Berliana Rizki Kusuma Wardani, Nur Chayani, Dini Hafizhah Isfa, Mawar Putri Rahayu, serta A. Nur Ilmi Fathyah Krg. Siang. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa mengevaluasi intervensi yang telah dilakukan sebelumnya dan menyempurnakannya berdasarkan temuan di lapangan.

Salah satu fokus intervensi adalah Mading “Tumbuh Sehat Balita”, media edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai stunting. Program mading ini sebelumnya telah dijalankan pada tahap EBL III sebagai respons terhadap masih terbatasnya media informasi pencegahan stunting di lingkungan masyarakat.

Mading “Tumbuh Sehat Balita” ditempatkan di dua lokasi, yakni Posyandu RT 02 dan rumah kader RT 01 di wilayah RW 06, Kelurahan Parangloe. Media tersebut dirancang agar mudah dijangkau warga melalui penyajian informasi kesehatan secara visual sehingga dapat dibaca dalam aktivitas sehari-hari.

Hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan pada 27–30 Agustus 2026 menunjukkan kedua mading masih terpasang dengan baik dan tetap dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi stunting. Temuan ini mengindikasikan keberadaan media secara fisik masih terjaga dan berpotensi untuk terus dikembangkan.

Meski demikian, evaluasi juga menemukan tantangan pada kualitas dan kelengkapan informasi yang disampaikan. Materi pada mading dinilai masih perlu pengembangan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh, mulai dari pengertian stunting, faktor penyebab, dampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita, hingga upaya pencegahan melalui pemenuhan gizi dan pola asuh yang tepat.

Berdasarkan hasil tersebut, tim EBL IV melakukan rekonstruksi Mading “Tumbuh Sehat Balita” dengan menambahkan materi edukasi yang lebih lengkap, menyusun informasi secara lebih sistematis, serta memperbaiki tampilan agar lebih menarik dan mudah dipahami.

Rekonstruksi dilaksanakan di rumah kader pada 6 September 2026. Pada kesempatan itu, tim memperkenalkan hasil pengembangan mading sekaligus berkoordinasi terkait keberlanjutan pemanfaatan media edukasi di lingkungan masyarakat.

Pengembangan mading mendapat respons positif dari kader. Salah satu ibu kader menyampaikan apresiasi setelah melihat pembaruan materi. “Oh.. berarti ditambahkan materinya yah karena yang kemarin memang sedikit. Yang ini memang materinya lebih banyak dan lengkap, sih,” ujarnya.

Respons tersebut memperlihatkan bahwa kelengkapan informasi menjadi kebutuhan penting agar media edukasi dapat memberi manfaat lebih optimal. Dengan materi yang lebih lengkap, masyarakat diharapkan tidak hanya mengenal istilah stunting, tetapi juga memahami faktor risiko serta langkah pencegahannya dalam kehidupan sehari-hari.

Intervensi mading ini juga disebut sebagai kontribusi mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan literasi gizi masyarakat, SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan edukasi kesehatan ibu dan anak, serta SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan media pembelajaran kesehatan yang mudah diakses.

Pemanfaatan mading sebagai media edukasi dinilai memiliki keunggulan karena informasi disajikan secara visual, ditempatkan dekat dengan masyarakat, dan dapat dibaca berulang. Melalui kegiatan EBL IV, mahasiswa melakukan proses berkelanjutan dari monitoring, evaluasi, hingga rekonstruksi sesuai kebutuhan di lapangan, dengan harapan mading yang diperbarui dapat memperluas akses informasi dan mendukung upaya pencegahan stunting di tingkat masyarakat.