SUMEDANG — Sebanyak 20 remaja anggota Karang Taruna Desa Sirnamulya, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, mengikuti penyuluhan kesehatan melalui program SI CAKAP (Cegah Anemia, Kenali Gizi Seimbang, Pahami Pendidikan Seksual, dan Anti-Perundungan) yang diselenggarakan mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Sabtu, 24 Oktober 2026.
Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja terkait gizi dan kesehatan, sekaligus mendorong terbentuknya lingkungan pergaulan yang sehat dan aman. Dalam pelaksanaannya, SI CAKAP mengangkat empat topik utama, yakni gizi seimbang, anemia dan konsumsi tablet tambah darah (TTD), pendidikan seksual, serta pencegahan perundungan. Keempat tema tersebut dipilih karena dinilai berkaitan dengan kebutuhan dan tantangan kesehatan remaja dalam keseharian.
Materi disampaikan secara interaktif melalui ceramah singkat, diskusi, dan kuis yang dikaitkan dengan situasi sehari-hari. Penyuluhan didukung presentasi PowerPoint berilustrasi dan poster edukasi untuk memudahkan pemahaman serta meningkatkan keterlibatan peserta. Setiap peserta juga menerima gantungan kunci bertema “Isi Piringku” sebagai pengingat pesan pola makan sehat setelah kegiatan berakhir.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan pengurus Karang Taruna dan Ketua Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) Desa Sirnamulya yang membantu mengoordinasikan waktu dan tempat, serta mengajak remaja berpartisipasi. Tim mahasiswa menyiapkan materi edukasi, poster, kuesioner pre-test dan post-test, serta Satuan Acara Penyuluhan (SAP). Persiapan juga disertai gladi bersih untuk mendukung kelancaran kegiatan.
Efektivitas penyuluhan diukur melalui pre-test dan post-test berisi 20 soal. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan persentase jawaban benar pada tiga materi. Pada pendidikan seksual, persentase jawaban benar naik dari 79,3% menjadi 86,4%. Materi perundungan meningkat dari 89,2% menjadi 95,8%. Sementara pada gizi seimbang, persentase jawaban benar bertambah dari 93,3% menjadi 98,3%, meski peningkatan ini disebut belum bermakna secara statistik. Salah satu faktor yang dipertimbangkan adalah tingginya pengetahuan awal peserta, terlihat dari nilai pre-test yang sudah mencapai 93,3%.
Berbeda dari tiga materi tersebut, topik anemia dan TTD belum menunjukkan peningkatan. Persentase jawaban benar berubah dari 68,8% pada pre-test menjadi 67,5% pada post-test. Temuan ini menjadi bahan evaluasi bagi tim untuk mengembangkan metode penyampaian yang lebih konkret dan sesuai kebutuhan peserta, khususnya terkait pemahaman anemia dan pentingnya konsumsi TTD.
Tim mahasiswa berharap SI CAKAP tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari, melainkan dapat dimanfaatkan kembali oleh Karang Taruna dan KPM Desa Sirnamulya dalam pertemuan rutin remaja maupun kegiatan posyandu remaja. Materi, poster, dan perangkat penyuluhan yang telah disusun juga diserahkan sebagai media edukasi lanjutan. Salah seorang KPM Desa Sirnamulya dari RW 2, US (62), menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut dan menilai peserta terlihat memahami materi, serta poster dapat digunakan saat posyandu remaja.
Ke depan, keberlanjutan program diharapkan didukung melalui kolaborasi antara Karang Taruna dan kader pemberdayaan masyarakat agar jangkauan edukasi kesehatan remaja dapat diperluas secara berkesinambungan.